
Pantau - Industri manufaktur Indonesia mulai menunjukkan peningkatan kelas melalui ekspor produk bernilai tambah tinggi, ditandai dengan pengiriman perdana 20 ton pipa stainless steel ke Jerman oleh PT Stainless Prima Pipe.
Ekspor tersebut menjadi simbol meningkatnya kapasitas produksi dan kepercayaan diri industri nasional dalam menembus pasar global.
Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe Mustika Ali menyebut langkah ini sebagai bukti bahwa produk manufaktur Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Produk yang diekspor tidak lagi berupa bahan mentah, melainkan hasil olahan dengan teknologi, standardisasi, dan kualitas tinggi.
Standar Global dan Tantangan Industri
Tantangan utama industri manufaktur saat ini tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga persepsi kualitas di pasar internasional.
General Manager PT Stainless Prima Pipe Edi Tandiono menekankan pentingnya memenuhi standar global seperti ASTM, 3A, dan EN 10357 agar produk dapat diterima di pasar luar negeri.
Kapasitas produksi perusahaan saat ini mencapai sekitar 1.100 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan domestik.
Peran Pemerintah dan Strategi Ekspansi
Pemerintah berperan sebagai enabler dalam membuka akses pasar ekspor melalui promosi dan program business matching.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajari Puntodewi menyatakan dukungan tersebut penting untuk memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar global.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad FS menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem industri.
Produk manufaktur kini digunakan di berbagai sektor seperti makanan, farmasi, dan energi, sehingga diversifikasi pasar menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan industri.
Transparansi produksi juga menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan global, terutama untuk menembus pasar Eropa yang memiliki standar kualitas dan keberlanjutan tinggi.
Transformasi industri ini membutuhkan investasi berkelanjutan dalam teknologi, sumber daya manusia, serta kebijakan yang konsisten.
Ekspor perdana ini mencerminkan potensi besar industri manufaktur Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di pasar internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka





