
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 11 perusahaan beraset skala besar siap melangsungkan Initial Public Offering (IPO) sehingga total terdapat 15 perusahaan dalam antrean pencatatan saham di pasar modal Indonesia per 30 April 2026.
Komposisi Perusahaan dalam Pipeline
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan selain 11 perusahaan besar, terdapat empat perusahaan beraset menengah dalam pipeline.
"Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkapnya.
Ia menjelaskan perusahaan beraset besar memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara perusahaan menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan.
Dari total tersebut, sektor kesehatan, barang konsumen primer, dan nonprimer masing-masing diisi tiga perusahaan.
Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor infrastruktur dan dua dari sektor teknologi, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi dan keuangan.
Target IPO dan Aktivitas Pasar Modal
Hingga akhir April 2026, tercatat satu perusahaan telah melaksanakan IPO dengan dana terhimpun sebesar Rp302,4 miliar.
Total perusahaan tercatat di BEI mencapai 957 emiten dengan target 50 perusahaan melakukan IPO sepanjang 2026.
Di sisi lain, penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai 54 emisi dari 35 penerbit dengan nilai Rp58,90 triliun.
Sebanyak 47 emisi dari 33 penerbit juga masih berada dalam antrean penerbitan EBUS.
Untuk aksi rights issue, terdapat tiga perusahaan yang telah melaksanakannya dengan total nilai Rp3,75 triliun, sementara satu perusahaan sektor properti masih dalam antrean.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





