HOME  ⁄  Ekonomi

PGE Catat Laba Bersih 43,9 Juta Dolar AS Kuartal I 2026, Tumbuh 40 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PGE Catat Laba Bersih 43,9 Juta Dolar AS Kuartal I 2026, Tumbuh 40 Persen
Foto: (Sumber: Ilustrasi - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (kode saham: PGEO) membukukan laba bersih sebesar 43,9 juta dolar AS pada kuartal I 2026, Jakarta, Senin (4/5/2026). (ANTARA/HO-Pertamina Geothermal Energy).)

Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar 43,9 juta dolar AS pada kuartal I 2026 atau naik 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan

Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menyatakan peningkatan laba didorong strategi bisnis berkelanjutan yang efektif.

Ia mengatakan, "Pertumbuhan ini didorong oleh efektivitas strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan perseroan. Selain itu, capaian ini juga menempatkan PGE pada posisi keuangan yang solid untuk terus tumbuh secara berkelanjutan."

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar 116,6 juta dolar AS atau meningkat 14,8 persen secara tahunan dibandingkan 101,5 juta dolar AS.

Total aset PGE mencapai 3,06 miliar dolar AS dengan kas dan setara kas sebesar 745,2 juta dolar AS, sementara liabilitas turun menjadi 964,7 juta dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan struktur keuangan perusahaan semakin kuat dengan peningkatan ekuitas menjadi 2,09 miliar dolar AS.

Dorong Transisi Energi dan Ekspansi Panas Bumi

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan momentum global harus dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan energi panas bumi.

Ia mengatakan, "Kondisi global tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk semakin mengoptimalkan pengembangan panas bumi. Sejalan dengan itu, sebagai world leading geothermal producer, PGE terus berfokus pada pertumbuhan jangka panjang melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru."

PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034.

Saat ini perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas 727 megawatt atau sekitar 70 persen dari total kapasitas nasional.

Selain itu, perusahaan juga mencatatkan kinerja keberlanjutan dengan skor ESG 7,1 dari Sustainalytics dan masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Pengembangan panas bumi sejalan dengan target pemerintah dalam RUPTL 2025-2034 yang menargetkan porsi energi baru terbarukan mencapai 76 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf