
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 32,12 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.988,92 pada perdagangan Senin (4/5/2026), di tengah sikap hati-hati investor terhadap berbagai sentimen pasar.
Sentimen Global Masih Jadi Perhatian
Pelaku pasar global mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan investor juga menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
“Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa ISM (Institute for Supply Management),” katanya.
Selain itu, dinamika harga minyak turut dipengaruhi proposal perdamaian Iran yang sebelumnya sempat menekan harga, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal tersebut.
Data Domestik dan Defisit APBN Jadi Sorotan
Dari dalam negeri, investor menanti sejumlah rilis data ekonomi seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, hingga pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.
Di sisi fiskal, realisasi APBN hingga Maret 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, meningkat dari 0,43 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan defisit dipicu kenaikan belanja negara sebesar 31,4 persen menjadi Rp815 triliun, sementara pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target.
"Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi," ujar Ratna.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan berpeluang menguat jika mampu menembus level 7.000 dengan target pergerakan di kisaran 7.020 hingga 7.150, namun berpotensi turun ke rentang 6.750 hingga 6.850 jika masih berada di bawah level tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





