HOME  ⁄  Ekonomi

Indef Sebut Surplus Neraca Perdagangan Maret 2026 Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indef Sebut Surplus Neraca Perdagangan Maret 2026 Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Pekerja melakukan bongkar muat barang di PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU).)

Pantau - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional di tengah gejolak geopolitik global.

Surplus tersebut tercatat mencapai 3,32 miliar dolar AS berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ekonom Indef Eko Listiyanto menyebut capaian ini mampu menopang kondisi ekonomi secara keseluruhan.

"Ini menurut saya positif untuk mendukung perekonomian kita secara keseluruhan," ungkapnya.

Dukung Ketahanan Eksternal dan Kinerja Ekspor

Eko menjelaskan surplus neraca perdagangan turut memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Ia menilai kinerja ekspor menunjukkan perbaikan meski di tengah tekanan global.

"Jadi positif menopang ketahanan eksternal kita. Untuk sektor riil, jadi ekspornya membaik menurut saya di tengah gejolak geopolitik saat ini," ujarnya.

Data BPS mencatat nilai ekspor mencapai 22,53 miliar dolar AS, sementara impor sebesar 19,21 miliar dolar AS pada Maret 2026.

Komoditas Unggulan Topang Surplus

Surplus perdagangan didorong oleh komoditas unggulan seperti besi dan baja, minyak kelapa sawit (CPO), serta batu bara.

Ketiga komoditas tersebut berkontribusi signifikan terhadap ekspor nonmigas Indonesia.

Secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 5,55 miliar dolar AS.

Bank Indonesia juga menilai capaian ini sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan