HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Kaji Pembentukan Indonesia Financial Center di Bali untuk Tarik Investor Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Kaji Pembentukan Indonesia Financial Center di Bali untuk Tarik Investor Global
Foto: CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada pers usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (sumber: ANTARA/Aria Ananda.)

Pantau - Pemerintah tengah mengkaji pembentukan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai pusat keuangan global yang akan dikelola oleh otoritas khusus dan diarahkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa pembentukan IFC saat ini masih berada pada tahap awal pembahasan lintas kementerian dan lembaga.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan IFC akan dilakukan oleh badan independen dengan kewenangan khusus.

"Ya nanti itu ada badan otoritas-nya sendiri," ungkapnya.

Koordinasi Lintas Lembaga dan Kajian Global

Rosan menjelaskan bahwa proses pembahasan IFC akan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan.

Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung seperti regulasi, kerangka hukum, dan insentif guna menarik pelaku industri keuangan global.

"Kita nanti akan dipanggil Bapak Presiden, membicarakan untuk pendirian dari Indonesia Financial Center yang rencananya akan kita lihat lokasi-lokasinya di Bali," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan melakukan studi perbandingan dengan sejumlah pusat keuangan internasional untuk memastikan daya saing Indonesia.

"Nanti kita juga akan lihat perbandingan dengan Financial Center yang di Dubai, yang ada di Abu Dhabi, yang ada di Singapura dan yang lain-lainnya," kata Rosan.

Bali Jadi Kandidat Utama Lokasi IFC

Pemerintah akan mengkaji sejumlah lokasi potensial dengan Bali sebagai salah satu kandidat utama untuk pengembangan kawasan IFC.

Danantara berpotensi menjadi salah satu pemrakarsa dalam pembangunan kawasan tersebut sekaligus mengawal proses pengembangannya.

Pembentukan IFC diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem keuangan global serta menarik investasi bernilai tambah.

Sebelumnya, pemerintah juga mematangkan regulasi kawasan ekonomi khusus sektor keuangan di Bali, termasuk KEK Kura-Kura Bali sebagai pendukung ekosistem IFC.

Hingga triwulan I 2026, KEK di Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun serta menyerap ribuan tenaga kerja.

Capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan sektor keuangan berbasis investasi di wilayah Bali.

Penulis :
Shila Glorya