
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu pagi menguat 29,23 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.086,34 seiring penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga naik 3,48 poin atau 0,51 persen ke posisi 685,06.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan IHSG didorong meredanya tensi geopolitik global dan sentimen positif dari pasar internasional.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.950-7.160," ujar Nico di Jakarta, Rabu.
Sentimen Global Topang Pergerakan IHSG
Nico menjelaskan Amerika Serikat mulai mengurangi eskalasi konflik di Timur Tengah dan fokus pada perlindungan kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, pembukaan penuh jalur pelayaran Selat Hormuz dinilai masih jauh dari kepastian karena lebih dari 1.550 kapal komersial masih terjebak di kawasan tersebut.
Penurunan tensi geopolitik turut membuat harga minyak dunia kembali melemah dan memberikan sentimen positif terhadap pasar saham global.
Dari Amerika Serikat, data ISM Services Index turun dari 54 menjadi 53,6 pada April 2026, sedangkan ISM Services Prices Paid berada di level 70,7 yang menunjukkan biaya bahan baku masih tinggi.
Data US JOLTS Quits Level naik menjadi 3.171.000 dari sebelumnya 3.046.000, sementara US JOLTS Layoffs Level meningkat menjadi 1.867.000 dari sebelumnya 1.714.000.
BI Siapkan Strategi Jaga Rupiah
Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 dengan inflasi April 2026 berada di level 2,42 persen.
Sementara itu, APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto per 31 Maret 2026.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyiapkan tujuh strategi untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk penguatan intervensi pasar valas, pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder, serta pengawasan aktivitas valas perbankan dan korporasi.
"Apabila usaha ini masih belum membuahkan hasil, kami berharap BI memberikan amunisi baru untuk menjaga agar Rupiah setidaknya dapat stabil, tidak penuh dengan volatilitas seperti sekarang ini," kata Nico.
Bursa saham Wall Street pada Selasa (5/5) juga ditutup menguat dengan indeks S&P 500 naik 0,81 persen, Nasdaq menguat 1,31 persen, dan Dow Jones bertambah 0,73 persen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





