HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan Penerbitan Panda Bonds di China untuk Perkuat Rupiah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Penerbitan Panda Bonds di China untuk Perkuat Rupiah
Foto: (Sumber: Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar..)

Pantau - Pemerintah Indonesia menyiapkan penerbitan Panda Bonds di China sebagai langkah memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerbitan instrumen utang di pasar China dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bonds di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita, akan lebih baik lagi ke depan,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.

Menurut Purbaya, penerbitan Panda Bonds memberikan keuntungan karena menawarkan tingkat bunga yang lebih kompetitif bagi pemerintah.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan geopolitik internasional.

Dibahas dalam Rapat Bersama Prabowo

Rencana penerbitan Panda Bonds dibahas dalam rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Fokus utama rapat tersebut adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang disebut mulai mengalami percepatan.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,61 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya yang berada di level 5,39 persen.

“Angka pertumbuhan ekonomi tadi yang keluar hari ini 5,61, itu kita diskusikan dengan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,” kata Purbaya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekonomi nasional mulai memasuki fase ekspansi yang lebih kuat.

Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan

Pemerintah juga berencana meluncurkan stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2026.

Stimulus tersebut diperkirakan mulai dijalankan pada awal Juni mendatang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Akan kita jaga untuk triwulan kedua dengan berbagai kebijakan, koordinasi dengan Bank Sentral juga menjaga kondisi likuiditas dan juga kita akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang tidak lama lagi akan diumumkan, mungkin satu Juni akan mulai jalan,” ungkap Purbaya.

Langkah penguatan rupiah melalui diversifikasi pembiayaan dan stimulus ekonomi dilakukan di tengah fluktuasi nilai tukar akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan