HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.390 per Dolar AS Usai Ketegangan AS-Iran Mulai Mereda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.390 per Dolar AS Usai Ketegangan AS-Iran Mulai Mereda
Foto: (Sumber: Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma.)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi menguat 34 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.390 per dolar Amerika Serikat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya memicu tekanan di pasar keuangan global.

Pernyataan Trump Dorong Penguatan Rupiah

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut intensitas serangan terhadap Iran akan diturunkan.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat mengikuti penguatan mayoritas mata uang regional yang dibuka menguat seiring dengan melandainya harga minyak dan index dollar akibat pernyataan Presiden Trump bahwa intensitas serangan ke Iran akan diturunkan,” ujar Rully di Jakarta, Rabu.

Trump sebelumnya memutuskan menunda Project Freedom yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz guna membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

“Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, AS sepakat bahwa blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, dan Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan (damai dengan Iran) itu dapat difinalisasi dan ditandatangani,” demikian pernyataan Trump yang dikutip Sputnik.

Sentimen Domestik Topang Rupiah

Selain faktor global, sentimen positif dari dalam negeri juga menopang penguatan rupiah.

Pasar merespons positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir serta harapan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada kuartal ini.

Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year.

Sementara secara kuartalan, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibanding triwulan IV 2025.

Penulis :
Aditya Yohan