HOME  ⁄  Ekonomi

BI Malang Gelar Qrisma Fest 2026 untuk Dorong Digitalisasi QRIS di Kawasan Heritage

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI Malang Gelar Qrisma Fest 2026 untuk Dorong Digitalisasi QRIS di Kawasan Heritage
Foto: (Sumber: Kepala Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi (kanan), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tengah) dan Kepala OJK Malang Farid Faletehan (kiri) saat membuka Qrisma Fest 2026 di kawasan heritage Kayutangan, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (5/5). ANTARA/HO-BI Malang..)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Qrisma Fest 2026 Vol 1 bertema “Dari Tradisi ke Transaksi” di kawasan heritage Kayutangan guna memperkuat transformasi pembayaran digital berbasis QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-112 Kota Malang sekaligus upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital.

“Tema Dari Tradisi ke Transaksi ini selaras dengan upaya mendorong transformasi pembayaran digital dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-112 Kota Malang,” kata Indra dalam keterangannya di Malang, Rabu.

Transaksi QRIS di Kota Malang Terus Tumbuh

BI Malang mencatat perkembangan merchant QRIS di Kota Malang mencapai 68 persen dari keseluruhan merchant QRIS di tujuh wilayah kerja BI Malang.

Sementara volume transaksi QRIS di Kota Malang mencapai 73 persen dari total transaksi QRIS di wilayah kerja BI Malang.

Menurut Indra, capaian tersebut menjadikan Kota Malang sebagai daerah terakseleratif dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran.

Ia menegaskan Qrisma Fest menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transaksi digital tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

“Melalui Qrisma Fest, Kota Malang mampu menjaga nilai tradisi dan identitas heritage serta tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Libatkan UMKM hingga Komunitas Wisata

Qrisma Fest 2026 melibatkan pelaku UMKM, industri perbankan, komunitas pariwisata, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga masyarakat umum.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut transformasi digital di kawasan heritage Kayutangan menjadi bukti bahwa modernisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

Penggunaan QRIS disebut tidak hanya memudahkan pelaku usaha dan merchant, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Kayutangan.

Festival yang berlangsung pada 2–8 Mei 2026 itu menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Malang Merchant QRIS Race yang melibatkan 1.120 merchant, workshop digitalisasi pembayaran, kompetisi lingkungan bersih, hingga promosi wisata heritage melalui lomba konten kreatif.

BI berharap kolaborasi tersebut mampu memperluas penggunaan QRIS secara masif serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan