
Pantau - Batu bara dinilai masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia melalui kontribusinya terhadap sektor energi, industri, hingga penerimaan devisa negara di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi global.
Produksi dan Ekspor Batu Bara Tetap Tinggi
Indonesia saat ini berada dalam posisi strategis sebagai salah satu produsen batu bara terbesar dunia dengan produksi nasional mencapai 836 juta ton pada 2024 dan bertahan di angka 790 juta ton pada 2025.
Sebanyak 65 persen dari total produksi batu bara nasional diekspor dengan nilai mencapai 24,5 miliar dolar AS yang menjadi salah satu sumber devisa penting bagi negara.
“Batu bara adalah nafas ekonomi yang mengalir dari perut bumi ke kehidupan sehari-hari, menyalakan listrik, menggerakkan industri, hingga menopang penerimaan negara,” demikian kutipan dalam laporan tersebut.
Di dalam negeri, sekitar 254 juta ton batu bara digunakan untuk kebutuhan domestik sepanjang 2025, terutama untuk pembangkit listrik dan industri strategis seperti semen dan pupuk.
Ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak serta gas, turut membuat batu bara tetap menjadi sumber energi andalan yang dipasok secara mandiri.
Hilirisasi Batu Bara Dorong Industri Masa Depan
Selain sebagai sumber energi, batu bara kini mulai diarahkan untuk mendukung hilirisasi industri melalui pengolahan menjadi produk bernilai tambah.
Batu bara disebut dapat diolah menjadi artificial graphite yang menjadi komponen penting baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Komoditas tersebut juga dapat dimanfaatkan menjadi kalium humat yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Transformasi hilirisasi batu bara dinilai menjadi langkah penting agar komoditas tambang itu tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar, tetapi juga sebagai bahan baku industri masa depan yang lebih ramah lingkungan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





