HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom CORE Nilai Swap Currency Bantu Stabilkan Rupiah Meski Bukan Solusi Fundamental

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Ekonom CORE Nilai Swap Currency Bantu Stabilkan Rupiah Meski Bukan Solusi Fundamental
Foto: Seorang wanita menghitung uang transaksi penukaran Dollar AS dengan Rupiah di Jakarta. (sumber: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai kerja sama swap currency dan diversifikasi pembiayaan non-dolar dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global dan domestik.

Pernyataan tersebut disampaikan Dipo di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menegaskan, "Swap currency dan diversifikasi pembiayaan non-dolar bisa membantu sebagai stabilisasi rupiah, namun bukan obat untuk penguatan fundamental rupiah."

Peran Swap Currency dalam Menjaga Likuiditas

Swap currency merupakan mekanisme pertukaran mata uang antarbank sentral yang bertujuan memperkuat likuiditas dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Instrumen ini berfungsi sebagai bantalan likuiditas saat terjadi arus modal keluar dalam jumlah besar.

Ia menjelaskan, "Pada intinya, swap currency dan pembiayaan non-dolar bertindak sebagai dana cadangan kalau ada capital outflow besar-besaran."

Faktor Global dan Domestik Tekan Rupiah

Dipo menyebut tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik, tetapi juga faktor domestik.

Ia menyatakan, "Pelemahan rupiah itu bukan hanya faktor global, tetapi juga domestik."

Salah satu faktor domestik yang menjadi perhatian adalah persepsi pasar terhadap kondisi fiskal, termasuk defisit APBN dan disiplin belanja pemerintah.

Penguatan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal dinilai penting untuk memperkuat fundamental rupiah.

Di sisi lain, Bank Indonesia dinilai telah melakukan langkah stabilisasi secara optimal melalui intervensi pasar.

Ia mengatakan, "Kalau dari BI itu sebenarnya langkah sudah sangat maksimal. Mereka sudah intervensi di pasar spot dan pasar NDF, cadangan devisa kita juga sehat."

Data Bank Indonesia menunjukkan kurs dolar AS berada di kisaran Rp17.512 untuk jual dan Rp17.337 untuk beli.

Rupiah juga tercatat menguat menjadi sekitar Rp17.390 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.424.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan kerja sama swap currency dengan sejumlah negara mitra.

Negara mitra tersebut antara lain China, Jepang, Korea Selatan, dan negara lainnya.

Pemerintah juga menyiapkan diversifikasi penerbitan surat berharga dalam mata uang seperti yuan dan yen untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya