HOME  ⁄  Ekonomi

METI Perkuat Peran Strategis Dorong Transisi Energi Nasional dan Pengembangan EBT Terarah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

METI Perkuat Peran Strategis Dorong Transisi Energi Nasional dan Pengembangan EBT Terarah
Foto: Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sekaligus Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Norman Ginting. (sumber: Pertamina NRE)

Pantau - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) berkomitmen memperkuat percepatan transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) nasional sebagai langkah strategis mendukung ketahanan energi Indonesia.

Komitmen Percepatan Transisi Energi

Ketua METI Norman Ginting menyampaikan komitmen tersebut dalam keterangan di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menegaskan, "METI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi nasional yang terarah dan berdampak nyata," ungkapnya.

Norman yang juga menjabat sebagai Direktur Proyek dan Operasi di Pertamina New & Renewable Energy menyatakan METI siap mempererat kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pengembangan EBT yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak nyata.

Ia menjelaskan bahwa transisi energi tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemandirian energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Norman menyatakan, "Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional," ujarnya.

Pengembangan Program Strategis dan Ekosistem Industri

METI diarahkan menjadi wadah kolaborasi untuk mengakselerasi berbagai program strategis EBT nasional.

Program tersebut meliputi pengembangan PLTS 100 GW, implementasi bioetanol E20, Sustainable Aviation Fuel, panas bumi, biomassa, cofiring, waste to energy, dan berbagai inisiatif energi bersih lainnya.

Pengembangan sektor EBT dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Selain proyek EBT, METI juga akan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekosistem industri energi bersih nasional.

Ia menekankan, "Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu berkembang sebagai pengembang, produsen, operator, dan inovator teknologi energi bersih yang berdaya saing," jelasnya.

Pengembangan EBT diharapkan memberikan dampak ekonomi luas seperti penciptaan lapangan kerja hijau, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dan industri dalam negeri.

Ia menambahkan, "Dengan pendekatan tersebut, transisi energi diharapkan tidak hanya berorientasi pada target lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Penulis :
Arian Mesa