
Pantau - PT Debindomulti Adhiswati memastikan dua agenda berskala nasional, Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival 2026, berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
Dua kegiatan itu dipadukan dalam satu kawasan pameran guna mempertemukan sektor gaya hidup halal, pendidikan, komunitas, hingga pelaku industri pendukung dalam satu ekosistem terpadu.
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswati Vibiadhi Swasti Pradana mengatakan sasaran utama kegiatan tersebut mencakup keluarga, komunitas, masyarakat umum, hingga mitra industri.
“Fokus utama dan target audiensi kita adalah keluarga, komunitas, serta masyarakat umum. Kami ingin menciptakan sebuah ekosistem yang tidak hanya bersifat pameran, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para mitra dan audiens dari berbagai latar belakang,” ujar Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswati Vibiadhi Swasti Pradana saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pekan Halal Indonesia disiapkan sebagai arena promosi industri halal lintas sektor. Pameran itu menghadirkan produk fesyen muslim, herbal thibbun nabawi, kosmetik halal, perjalanan wisata syariah, perlengkapan anak, kuliner halal, layanan keuangan syariah, hingga perbankan berbasis syariat.
Pada saat bersamaan, EduNation Festival 2026 menghadirkan berbagai lembaga pendidikan Islam nasional dan internasional. Pengunjung dapat mengenal langsung program, sistem pendidikan, hingga profil sekolah dari tiap institusi peserta.
“Kami ingin memfasilitasi masyarakat, tidak hanya dari sisi produk halal, tetapi juga dari sisi pendidikan. Pengunjung bisa melihat langsung sekolah-sekolah yang hadir dan memahami kualitasnya,” kata Vibiadhi.
Ia menilai konsep integrasi antara industri halal, pendidikan, dan ekonomi syariah masih jarang diterapkan dalam pameran berskala besar di Indonesia.
“Konsep ini dinilai masih jarang diangkat secara komprehensif dalam pameran sejenis, yang selama ini lebih banyak berfokus pada sektor tertentu seperti perjalanan haji dan umrah,” tutur Vibiadhi.
Selain dua agenda utama tersebut, penyelenggara turut memasukkan Textile Trade 20 Event26 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Agenda tambahan itu difokuskan untuk mempertemukan pelaku industri tekstil dan fesyen muslim dengan pasar potensial.
Menurut Vibiadhi, tren busana muslim dan gaya hidup syariah terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir dan membuka peluang ekonomi baru.
“Melalui pameran ini, pelaku industri tekstil didorong untuk menghadirkan inovasi serta memperkuat branding produk mereka di pasar halal,” ucap Vibiadhi.
Penyelenggara membidik sekitar 20 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan acara di JCC Senayan.
Hingga awal Mei 2026, tingkat keterisian stan pameran disebut telah mencapai 83 persen. Panitia masih membuka pendaftaran peserta untuk sisa ruang pameran yang tersedia.
“Saat ini masih ada space available buat eksibitor sekitar 17 persen. Jadi masih ada kesempatan pendaftaran untuk peserta pameran,” tandasnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino





