HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Nilai Program MBG Bisa Perkuat Ekonomi Rakyat dan Jaga Ketahanan Fiskal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Nilai Program MBG Bisa Perkuat Ekonomi Rakyat dan Jaga Ketahanan Fiskal
Foto: (Sumber: Siswa di salah satu sekolah di Kabupaten Bangkalan menikmati menu makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. (ANTARA/ HO-Pemkab Bangkalan).)

Pantau - Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi rakyat jika dijalankan dengan tata kelola yang adaptif dan efisien.

Riandy mengatakan progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah mencapai 90 persen dari target 30 ribu unit, dengan sekitar 27 ribu dapur siap beroperasi.

“MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar-pasar tradisional. Ini adalah akselerasi fiskal yang memberikan dampak langsung pada pelaku ekonomi di bawah,” ujar Riandy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Strategi Jaga Anggaran dan Stabilitas Fiskal

Riandy menjelaskan pemerintah perlu melakukan langkah penyesuaian yang cerdas agar program MBG tetap berjalan seiring dengan stabilitas fiskal nasional.

Menurut dia, salah satu opsi yang dapat dilakukan yakni mengatur frekuensi pemberian makanan tanpa mengurangi cakupan penerima manfaat.

“Agar anggaran tetap sehat dan risiko rating kredit (Indonesia) terjaga, pemerintah bisa mengambil jalan tengah dengan mengatur frekuensi, misalnya dari 6 hari menjadi 3 atau 4 hari seminggu,” katanya.

Ia menilai langkah tersebut lebih aman dibanding mengubah struktur program secara keseluruhan karena manfaat ekonomi bagi pekerja dapur dan penyedia bahan pangan tetap bisa dipertahankan.

Riandy juga menekankan pentingnya pengawasan lapangan guna memastikan kualitas gizi tetap terjaga dan anggaran benar-benar tersalurkan kepada siswa penerima manfaat.

Dapur MBG Dinilai Hidupkan Ekonomi Lokal

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Edwin Putra Kadege menyebut keberadaan dapur MBG telah menggerakkan rantai ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia mengatakan dapur MBG yang dikelolanya saat ini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat dari 15 sekolah mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Kebutuhan akan bahan baku menjadi besar. Dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. Kami membutuhkan puluhan bahkan ratusan kilogram sayur-sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, atau sawi,” ungkap Edwin.

Edwin menambahkan pihaknya juga ingin memberdayakan pelaku UMKM di sekitar dapur MBG agar manfaat program tidak hanya dirasakan siswa sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar.

Penulis :
Ahmad Yusuf