
Pantau - China dinilai menyuntikkan kepercayaan diri dan vitalitas bagi perekonomian dunia melalui tren "berbelanja di China" yang semakin menarik wisatawan global, berdasarkan laporan think tank Xinhua Institute yang dirilis pada Jumat (26/6).
Tren Belanja Dorong Ekonomi Terbuka
Laporan berjudul Shopping in China: Sharing New Opportunities of Open Development menyebut China tetap berkomitmen mendorong pembangunan berkualitas tinggi berbasis inovasi, keterbukaan, dan kerja sama di tengah perlambatan ekonomi global serta meningkatnya tantangan seperti proteksionisme dan unilateralisme.
Laporan tersebut menyoroti kebijakan bebas visa dan kemudahan tax refund saat keberangkatan sebagai faktor yang memperkuat daya tarik China bagi wisatawan mancanegara.
Pada 2025, jumlah perlintasan masuk dan keluar pelancong internasional di China mencapai 82,035 juta, meningkat 26,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah wisatawan yang mengajukan pengembalian pajak meningkat 305 persen secara tahunan, sementara nilai penjualan barang yang memperoleh tax refund naik 95,9 persen dan nilai pengembalian pajaknya meningkat 95,8 persen.
Destinasi Belanja Sekaligus Pengalaman Budaya
Laporan Xinhua Institute juga mencatat tagar Chinahaul menjadi viral di berbagai platform media sosial internasional, sementara topik Becoming Chinese dan Chinamaxxing masing-masing telah menarik ratusan juta penayangan.
Menurut laporan tersebut, China berhasil membangun destinasi belanja dengan pilihan produk yang lengkap, harga kompetitif, serta pengalaman berbelanja yang didukung industri kuat dan kebijakan yang memudahkan wisatawan.
Selain itu, kekayaan budaya, warisan sejarah, estetika gaya hidup, serta perlindungan kebijakan dinilai menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan efisien.
Laporan itu menyebut "Berbelanja di China" telah menjadi jembatan penting yang menghubungkan China dengan dunia sekaligus mendorong perdagangan jasa global, memperkuat globalisasi ekonomi, meningkatkan konsumsi dunia, membangun citra nasional China, serta mempererat pertukaran budaya antarperadaban.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





