
Pantau - Kementerian Pertanian berkomitmen membantu pemerintah daerah mengembangkan kawasan pertanian komoditas durian di Sulawesi Tengah guna meningkatkan produksi sekaligus mendukung keberlanjutan ekspor produk unggulan daerah tersebut.
Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Fausiah T Ladja, menyampaikan komitmen itu saat menghadiri acara Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Kota Palu, Rabu (12/8/2026).
Sebagai bagian dari percepatan pengembangan kawasan durian, Kementerian Pertanian telah mengirimkan 14 ribu batang bibit durian bersertifikat ke Sulawesi Tengah.
"Kami telah mengirimkan 14 ribu batang bibit durian bersertifikat sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan kawasan durian di Sulteng," kata Fausiah.
Bantuan Durian Menjangkau Enam Kabupaten
Bantuan bibit tahap pertama tersebut diperuntukkan bagi pengembangan tanaman durian pada lahan seluas 140 hektare.
Bibit disebarkan ke sejumlah wilayah sentra durian di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, Tolitoli, Sigi, dan Donggala.
Program paket pengembangan kawasan durian dari Direktorat Jenderal Hortikultura tidak hanya mencakup bantuan bibit, tetapi juga dilengkapi sarana produksi berupa pupuk organik.
Berdasarkan informasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, sebanyak 14 ribu bibit durian dan 210 kilogram pupuk organik telah tiba di Sulawesi Tengah.
"Informasi kami terima dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) 14 ribu bibit dan 210 kilogram pupuk organik sudah tiba di Sulteng," kata Fausiah.
Menurut Kementerian Pertanian, kondisi geografis Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas hortikultura, terutama durian.
Potensi tersebut dinilai membuat Sulawesi Tengah cocok dikembangkan menjadi salah satu sentra pengekspor durian di Indonesia.
Pengembangan komoditas tersebut juga dinilai memiliki nilai ekonomi strategis karena dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi perekonomian daerah maupun nasional.
"Durian menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah maupun ekonomi nasional. Kami berharap bantuan yang telah diberikan kepada petani dijaga dan dirawat, supaya bisa memberikan manfaat kesejahteraan," ungkap Fausiah.
Ekspor Durian Beku Capai 7.344 Ton
Sulawesi Tengah saat ini telah mengekspor durian beku atau frozen jenis Montong ke China melalui Pelabuhan Pantoloan di Palu.
Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia, sepanjang Januari hingga Juli 2026, ekspor durian beku dari Sulawesi Tengah ke China mencapai 272 kontainer.
Total volume durian beku yang diekspor selama periode tersebut mencapai 7.344 ton, dengan setiap kontainer membawa sekitar 27 ton.
Nilai komoditas dalam setiap kontainer diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar.
Dengan total 272 kontainer, nilai komoditas yang telah diekspor secara kasar berada pada kisaran Rp680 miliar hingga Rp761,6 miliar berdasarkan perkiraan nilai per kontainer tersebut.
Kementan Harap Sulteng Topang Produksi Nasional
Indonesia merupakan salah satu negara produsen durian terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan rata-rata produksi sekitar 1,8 juta ton per tahun.
Produksi tersebut berasal dari luas panen sekitar 105 ribu hektare.
Kementerian Pertanian berharap pengembangan kawasan durian di Sulawesi Tengah mampu meningkatkan produksi daerah sekaligus menopang produksi durian nasional pada masa mendatang.
"Indonesia merupakan salah satu produsen durian terbesar di Asia Tenggara. Rata-rata produksi 1,8 juta ton per tahun dengan luas panen sekitar 105 ribu hektare. Kami berharap Sulteng mampu menopang jumlah produksi nasional ke depan," kata Fausiah.
- Penulis :
- Shila Glorya



