
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat 105,97 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.373,85 pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, setelah mengalami koreksi dalam dua hari perdagangan sebelumnya.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 8,05 poin atau 1,29 persen ke posisi 633,84.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan salah satu pendorong kenaikan IHSG adalah aksi bargain hunting atau perburuan saham dengan harga yang dianggap murah setelah mengalami koreksi.
"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya," ungkap Nafan.
Investor Menanti Pengumuman MSCI
Selain aksi bargain hunting, investor dalam negeri mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham-saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc.
Pengumuman MSCI tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 04.00 WIB, dalam rangka tinjauan indeks Agustus 2026.
Pelaku pasar juga memiliki ekspektasi bahwa MSCI akan mencabut status pembekuan atau freeze terhadap beberapa emiten Indonesia.
"Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten," kata Nafan.
Penguatan IHSG turut ditopang saham-saham konglomerasi yang tercatat sebagai top movers dan memberikan kontribusi paling substansial terhadap kenaikan indeks.
Selain saham-saham konglomerasi, penguatan pasar didukung kenaikan saham dari sektor komoditas dan teknologi.
Faktor lain yang dinilai memengaruhi sentimen investor adalah pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
Nafan memperkirakan pengajuan tersebut memberikan kepastian mengenai arah kebijakan moneter serta stabilitas nilai tukar rupiah di mata investor institusi.
Dari luar negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 yang diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Proyeksi perlambatan inflasi tersebut turut memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve atau The Fed, akan mengambil sikap yang lebih dovish.
Sepuluh Sektor Menguat
Dari pergerakan perdagangan, IHSG sudah dibuka menguat dan bertahan di wilayah positif hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan saham berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor berhasil mencatatkan penguatan.
Sektor infrastruktur mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,60 persen, disusul sektor energi yang menguat 3,22 persen dan sektor barang baku yang meningkat 2,27 persen.
Hanya sektor transportasi dan logistik yang mengalami pelemahan dengan penurunan sebesar 0,23 persen.
Saham-saham dengan kenaikan harga terbesar pada perdagangan tersebut adalah EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI.
Sementara itu, saham-saham yang mencatat pelemahan harga terbesar adalah BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN.
Aktivitas perdagangan saham tercatat mencapai 2.067.000 kali transaksi dengan total 32,68 miliar lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi sebesar Rp17,35 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 474 saham mengalami kenaikan, 185 saham melemah, dan 304 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Pergerakan bursa saham regional Asia pada sore hari berlangsung bervariasi dengan indeks Nikkei menguat 0,99 persen ke posisi 67.630,00.
Indeks Shanghai melemah 0,32 persen ke posisi 3.946,68, sedangkan indeks Hang Seng turun 0,83 persen ke posisi 25.440,17.
Indeks Kospi mencatat penguatan sebesar 3,68 persen ke posisi 6.579,04, sementara indeks Straits Times melemah 0,58 persen ke posisi 5.720,75.
- Penulis :
- Leon Weldrick



