
Pantau - Direktorat Jenderal Imigrasi menyediakan layanan khusus keimigrasian berupa jalur cepat atau fast track visa untuk mendukung penyelenggaraan konser musisi internasional di Indonesia, termasuk Gun N' Roses pada November 2026 dan BTS pada Desember 2026.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan kebijakan tersebut dalam press briefing di Gedung Ditjen Imigrasi, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Hendarsam menjelaskan kemudahan layanan visa merupakan bagian dari fungsi Ditjen Imigrasi sebagai fasilitator pembangunan ekonomi.
"Jadi itu (visa) kami permudah sekali, kami kasih fast track," kata Hendarsam.
Imigrasi Bentuk Tim Percepat Performer Visa
Ditjen Imigrasi memiliki kebijakan performer visa atau visa bagi pelaku pertunjukan, termasuk dengan membentuk tim yang bertugas mempercepat proses persetujuan visa.
Performer visa ditujukan untuk mempermudah warga negara asing yang masuk ke Indonesia dengan tujuan melakukan pertunjukan seni.
Visa tersebut dapat digunakan oleh artis, musikus, aktor, serta kru pendukung yang terlibat dalam penyelenggaraan suatu acara.
Menurut Hendarsam, Imigrasi mempunyai peran strategis dalam mendukung terlaksananya konser Gun N' Roses dan BTS di Indonesia karena musisi serta kru internasional membutuhkan visa untuk dapat masuk dan tampil di Tanah Air.
Ia mencontohkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan dukungan dengan menyediakan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lokasi konser, sedangkan Imigrasi memastikan kelompok musik tersebut dapat masuk ke Indonesia melalui kemudahan penerbitan visa.
"Jadi Gun N' Roses mau datang ke sini bulan November. Pak Pram (Gubernur DKI-red) mengatakan dukung sediakan GBK. GBK disediakan, kalau visa nggak disediakan nggak bisa (konser), BTS begitu juga.Tapi kalau visa kita kasih, umpamanya Pak Pram tidak kasih GBK, dia bisa (konser) di Bekasi kalau masih bisa. Yang penting visa-nya dulu dari kita. Sebegitu strategisnya imigrasi sebenarnya," ungkap Hendarsam.
Kemudahan performer visa juga dipandang sebagai salah satu bentuk representasi wajah Indonesia di mata dunia.
Menurut Hendarsam, kemudahan yang dirasakan sejak pintu masuk Indonesia dapat memberikan kesan positif kepada para performer internasional, termasuk mereka yang mempunyai basis penggemar dalam jumlah besar.
Kebijakan tersebut diharapkan membangun persepsi bahwa Indonesia merupakan negara yang ramah terhadap para penampil internasional.
"Yang tentunya juga ini akan memberi dampak yang baik bagi citra Indonesia secara keseluruhan, negara yang ramah tapi juga tegas," kata Hendarsam.
Konser Internasional Diharapkan Datangkan Devisa
Selain sektor hiburan dan pertunjukan musik, Ditjen Imigrasi memberikan dukungan serupa terhadap sektor olahraga melalui kebijakan Sports Visa.
Hendarsam mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap pertunjukan dan kehadiran performer di Indonesia dapat turut meningkatkan sektor ekonomi.
Konser musik maupun event sepak bola bertaraf internasional dinilai mampu menarik penonton bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga wisatawan dan penonton dari negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Kehadiran penonton dari luar negeri berpotensi memberikan manfaat ekonomi karena mereka masuk ke Indonesia dan melakukan berbagai aktivitas pengeluaran selama berada di dalam negeri.
"Masuknya penonton dari luar negeri itu mendatangkan devisa dan pendapatan bagi negara," tegas Hendarsam.
Gun N' Roses dijadwalkan menggelar konser di Indonesia pada November 2026.
Sementara itu, BTS asal Korea Selatan dijadwalkan menggelar rangkaian BTS World Tour 'Arirang' IN Jakarta di Gelora Bung Karno pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa



