
Pantau - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah memangkas bunga pembiayaan PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dari sekitar 20 persen menjadi 8 persen sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil, khususnya perempuan prasejahtera.
Kebijakan tersebut disampaikan Maman di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Maman mengatakan penurunan bunga pembiayaan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat kecil tidak dibebani bunga yang tinggi.
"Tujuannya supaya ada keberpihakan pemerintah yang diharapkan oleh Pak Presiden kepada masyarakat kecil, khususnya ibu-ibu," kata Maman.
Bunga Mekaar Turun 12 Poin Persentase
Keputusan memangkas bunga Mekaar merupakan hasil rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Danantara.
Dari koordinasi tersebut, bunga program Mekaar pada pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) diputuskan turun 12 poin persentase, dari sekitar 20 persen menjadi 8 persen.
"Sudah diputuskan bunganya diturunkan dari kurang lebih tadi 20 persen sekarang menjadi 8 persen," ujar Maman.
Menurut Maman, aspirasi untuk menurunkan bunga Mekaar sebenarnya telah muncul sejak lebih dari 10 tahun lalu.
Namun, baru kali ini bunga pembiayaan Mekaar dapat diturunkan hingga 12 poin persentase.
Maman memastikan bunga PNM Mekaar sebesar 8 persen tersebut akan diberlakukan secara permanen.
Kebijakan itu diharapkan dapat memberikan akses pinjaman dengan beban bunga lebih rendah kepada masyarakat kecil yang kurang mampu.
Maman juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kebijakan tersebut dan menyebut dirinya turut mewakili para perempuan yang menjadi nasabah Mekaar.
"Respon Pak Presiden baik dan saya sebagai pembantu beliau, yang sekaligus mewakili ibu-ibu Mekaar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Presiden atas kebijakan yang sangat pro kepada masyarakat bawah ini. Karena ini sangat meringankan sekali," katanya.
PNM Mekaar Telah Layani 23,3 Juta Nasabah
PNM tercatat telah menjangkau dan melayani sebanyak 23,3 juta nasabah Mekaar di seluruh Indonesia.
Mayoritas dari total nasabah tersebut merupakan perempuan prasejahtera yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.
Jangkauan tersebut menjadi bagian dari upaya PNM memperkuat perannya sebagai lembaga pemberdayaan yang membuka akses pembiayaan sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan setiap pembiayaan yang diberikan PNM harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan nasabah beserta keluarganya.
"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya," kata Kindaris.
Menurut Kindaris, keberhasilan PNM Mekaar tidak semata-mata dinilai dari besarnya pembiayaan yang disalurkan.
Keberhasilan program tersebut juga diukur berdasarkan dampak nyata yang dirasakan nasabah dan keluarga setelah mendapatkan pembiayaan serta pemberdayaan dari PNM.
- Penulis :
- Shila Glorya



