
Pantau - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional Angkatan 2 tahun 2026 guna membuka kesempatan kerja sekaligus memberikan pengalaman di dunia profesional bagi lulusan baru perguruan tinggi.
Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fahd Pahdepie mengatakan program tersebut menjadi bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah.
"Pelaksanaan Magang Nasional Angkatan 2 tahun 2026 merupakan bagian dari delapan paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendukung program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun," kata Fahd.
Batch 1 Diikuti 46.160 Peserta
Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1 telah dimulai pada 10 Agustus 2026 dengan melibatkan 46.160 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Para peserta akan menjalani program pemagangan selama enam bulan di sejumlah perusahaan swasta maupun kementerian/lembaga.
Fahd menyebut tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme publik, khususnya lulusan baru perguruan tinggi, terhadap program magang yang dirancang pemerintah.
Pada Angkatan 2 Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara berpartisipasi menyediakan kesempatan magang, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.
Para penyelenggara tersebut membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total kapasitas mencapai 54.304 peserta.
Dari kapasitas tersebut, sebanyak 31.251 kuota tersedia di perusahaan dan 23.053 kuota lainnya berada di kementerian/lembaga.
Antusiasme terhadap program itu terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 732.483 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 244.982 orang dinyatakan memenuhi persyaratan program.
Sebanyak 226.719 calon peserta kemudian mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan yang tersedia.
Setelah melalui proses verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 orang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch 1.
Sementara itu, sebanyak 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan sebagai peserta karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap verifikasi akhir.
"Tingginya jumlah pendaftar pada batch 1 ini menunjukkan besarnya kebutuhan lulusan muda untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi dan membuktikan kemampuan di dunia profesional. Karena itu, Program Magang Nasional tidak boleh berhenti pada penempatan peserta, tetapi harus menjadi jembatan nyata menuju pekerjaan dan karir yang lebih baik," ujar Fahd.
Pemerintah Targetkan Magang Jadi Jembatan Menuju Pekerjaan
Pemerintah menginginkan Program Magang Nasional tidak hanya menjadi sarana penempatan peserta di perusahaan atau instansi pemerintah, tetapi juga membuka jalan bagi lulusan muda untuk memperoleh pekerjaan dan mengembangkan karier setelah program berakhir.
Hasil Program Magang Nasional Angkatan 1 turut dijadikan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
Pada Program Magang Nasional Angkatan 1, tercatat sebanyak 102 ribu lulusan perguruan tinggi menjadi peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 persen peserta berhasil menyelesaikan program magang.
Sebanyak 66 persen peserta juga dilaporkan mengalami peningkatan kompetensi secara signifikan setelah mengikuti program.
Peningkatan tersebut mencakup kemampuan komunikasi, keterampilan teknis, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
Selain peningkatan kompetensi, sebanyak 26 persen peserta Program Magang Nasional Angkatan 1 langsung memperoleh tawaran kerja sebagai karyawan setelah program magang berakhir.
- Penulis :
- Leon Weldrick



