
Pantau - Sebanyak 1.360 siswa berprestasi mulai mengikuti tahun ajaran baru di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional, memperluas pemerataan pendidikan, sekaligus menekan kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah.
Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fahd Pahdepie menyampaikan perkembangan SNT dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
17 SNT Tampung 1.360 Siswa Angkatan Pertama
Saat ini, SNT baru memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah dan menerima angkatan pertamanya pada jenjang SMP dan SMA.
" Saat ini karena baru dibuka, dan baru masa pengenalan lingkungan sekolah, artinya baru pertama ada angkatan pertama untuk SNT ini, tadi sudah disebutkan, untuk jenjang SMP ada 20 orang dan 2 kelas, kemudian juga untuk jenjang SMA 20 orang. Sehingga jumlahnya dari total 17 SNT yang sekarang beroperasi itu, sekarang ada sekitar 1.360 siswa," ungkap Fahd.
Sebanyak 17 SNT yang telah beroperasi tersebar di 17 kabupaten/kota pada 13 provinsi di Indonesia, sementara 20 lokasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah membangun SNT setelah melihat masih besarnya kesenjangan capaian mutu pendidikan nasional di berbagai wilayah.
Berdasarkan data Kemendikdasmen per 30 Juni 2025, hanya 4 persen kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian pendidikan berkategori baik atau berakreditasi A.
Secara keseluruhan, hanya 263 dari 7.288 kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian tersebut.
Persebaran sekolah bermutu juga belum merata karena masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Kondisi berbeda terjadi di Papua yang, menurut Fahd, hanya memiliki empat sekolah bermutu dan tersebar di tiga kecamatan.
Pemerintah menargetkan pembangunan SNT secara bertahap hingga mencapai 500 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rasio Satu Guru Tangani Enam Siswa
Setiap SNT direncanakan memiliki fasilitas pendidikan yang memadai, mulai dari perpustakaan dengan akses jurnal elektronik global, ruang diskusi, pusat olahraga, hingga kendaraan antar-jemput siswa.
Selain fasilitas fisik, pemerintah menyiapkan tenaga pengajar yang dinilai mumpuni untuk menunjang kegiatan pendidikan di SNT.
Pada 17 SNT yang telah beroperasi terdapat 17 kepala sekolah dan 204 tenaga pendidik yang menangani 1.360 siswa.
Jumlah tersebut membuat rasio tenaga pendidik terhadap siswa berada pada kisaran satu guru untuk enam siswa.
"Artinya 1 banding 6, 1 guru menangani 6 murid. Ini satu desain yang sangat ideal untuk sebuah sekolah yang ingin mencetak para lulusan atau mendidik siswa berprestasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden," jelas Fahd.
Pemerintah menilai rasio tersebut dapat memberikan perhatian lebih besar kepada setiap siswa sekaligus mendukung pengembangan siswa berprestasi.
SNT Jadi Pusat Pengembangan Pendidikan Daerah
SNT memiliki sasaran dan pendekatan berbeda dibandingkan program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, meski ketiganya diarahkan untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan terbaik.
Program SNT juga dirancang tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa yang belajar di dalamnya, tetapi menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah.
Peran tersebut dijalankan melalui peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik, pemanfaatan sumber belajar, serta pembangunan kemitraan dengan sekolah-sekolah di sekitar SNT.
Dalam sistem pendidikannya, SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran.
Para siswa tetap mengikuti kurikulum nasional dengan proses belajar menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM.
Pendekatan tersebut mencakup sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga.
Siswa SNT juga mendapatkan ruang lebih luas untuk mengembangkan karakter serta mengeksplorasi minat, bakat, dan talenta masing-masing.
Pengoperasian 17 SNT dengan 1.360 siswa menjadi tahap awal rencana pemerintah membangun hingga 500 satuan pendidikan sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas di berbagai daerah Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa



