
Pantau - Kementerian Sosial bersama 66 pemerintah daerah dari berbagai provinsi di Indonesia mempercepat pemenuhan lahan dan berbagai persyaratan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Upaya percepatan tersebut dibahas Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program yang dipersembahkan Presiden untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu dengan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ini adalah satu persembahan Bapak Presiden untuk keluarga-keluarga paling tidak mampu. Anggarannya dari APBN atas arahan Presiden. Yang diberi tugas pembangunan adalah Kementerian Sosial, dengan dibantu oleh kementerian dan lembaga lain, termasuk pemerintah daerah," ujar Mensos.
Rapat koordinasi berlangsung selama dua hari pada 12–13 Agustus 2026 dengan melibatkan perwakilan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.
Kesiapan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan
Agenda utama rapat membahas usulan pembangunan Sekolah Rakyat permanen, khususnya kelengkapan dokumen dan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilakukan.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan lahan, sedangkan proses pembangunan dilaksanakan secara kolaboratif oleh Kemensos bersama kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah.
Menurut Gus Ipul, penyediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Lahan yang diusulkan pemerintah daerah tidak cukup hanya tersedia secara fisik, tetapi juga harus memenuhi berbagai persyaratan agar pembangunan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
"Ternyata dalam praktiknya menyediakan lahan itu tidak mudah. Banyak syarat-syaratnya dan syarat-syarat ini harus kita cukupi dengan proses yang benar, tertib, sekaligus prudent, dengan kehati-hatian," katanya.
Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan persoalan yang menghambat kesiapan lahan, mulai dari aspek pertanahan, tata ruang, lingkungan, hingga persyaratan teknis lainnya.
Untuk mempercepat penyelesaiannya, Kemensos mempertemukan pemerintah daerah secara langsung dengan kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan terkait.
Kementerian dan lembaga yang dilibatkan antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Perhubungan.
Sekolah Rakyat Permanen Dibangun di 104 Titik
Gus Ipul menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen saat ini telah berjalan di 104 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan fasilitas permanen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan pendidikan berasrama yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
"Sudah dalam proses pembangunan di 104 titik. Memang ada beberapa kendala tanahnya tidak bisa dibangun. Padahal juga sudah punya anggaran. Tetapi 104 ini sudah dianggarkan dan sekarang ini akan dibangun lagi," ujar Gus Ipul.
Meski anggaran telah tersedia, sejumlah lokasi masih menghadapi kendala terkait kondisi atau status tanah sehingga pembangunan belum dapat dilaksanakan sebagaimana direncanakan.
Di sejumlah daerah, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah mencapai sekitar 98 hingga 99 persen, sedangkan pembangunan di lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kemensos Dorong Kualitas Sekolah Rakyat Rintisan
Selain pembangunan sekolah permanen, berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, saat ini terdapat 81 Sekolah Rakyat rintisan yang aktif dan tersebar di berbagai daerah.
Pemerintah berupaya memastikan Sekolah Rakyat rintisan tersebut terus beroperasi dan nantinya memperoleh fasilitas permanen agar proses serta layanan pendidikan bagi siswa tidak terputus.
Gus Ipul juga meminta pemerintah daerah yang memiliki Sekolah Rakyat rintisan bekerja keras menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi para siswa.
"Kami berharap kepada Bapak-Ibu sekalian yang memiliki sekolah rintisan bekerja keras supaya mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang berkualitas," kata Gus Ipul.
- Penulis :
- Arian Mesa



