HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Kaji Strategi Graduasi BRAC agar Penerima Bansos Mandiri Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemensos Kaji Strategi Graduasi BRAC agar Penerima Bansos Mandiri Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam pertemuan bersama Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) mengevaluasi upaya-upaya pengentasan kemiskinan agar optimal, salah satunya strategi graduasi penerima bansos, agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai kemandirian secara berkelanjutan. ANTARA/HO - Kemensos.)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) mengkaji strategi graduasi penerima bantuan sosial untuk memperkuat pengentasan kemiskinan dan mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencapai kemandirian secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan bantuan sosial dan program pemberdayaan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi harus mampu mengubah kondisi ekonomi penerima manfaat.

"Kita diperintah oleh Presiden untuk mengentaskan kemiskinan. Jadi tugas Kemensos itu. Mau pakai Sekolah Rakyat, mau pakai bansos, mau pakai apa pun, tujuannya adalah pengentasan kemiskinan," ujar Agus di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kemensos Evaluasi Peran Pendamping Sosial

Kemensos terus mengevaluasi berbagai faktor yang membuat program pengentasan kemiskinan belum berjalan optimal, termasuk peran pendamping sosial dalam membantu KPM beralih dari penerima bantuan menjadi keluarga mandiri.

Agus menilai pola pikir dan orientasi pendamping perlu diarahkan secara khusus pada pencapaian target pengentasan kemiskinan.

"Mindset bahwa mereka di situ itu tugasnya untuk pengentasan kemiskinan. Kalau tidak, mereka di zona nyaman pendampingan reguler saja," katanya.

Pendekatan graduasi BRAC menjadi salah satu model yang dipelajari Kemensos karena telah diterapkan dalam program penanggulangan kemiskinan di berbagai negara.

Strategi tersebut mengupayakan peningkatan kesejahteraan secara bertahap dan terukur dengan batas waktu serta pendampingan intensif.

Pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah juga dinilai perlu terlibat aktif dalam program pemberdayaan sesuai kebutuhan masing-masing KPM.

"Ini hal yang baik buat kita untuk transformasi. Istilah lain dari revolusi adalah transformasi yang dipercepat," kata Agus.

BRAC Terapkan Konsep ABC dan Kriteria Graduasi

Country Lead BRAC Indonesia Abdurrahman Syebubakar mengatakan pihaknya menyederhanakan komponen utama pendekatan graduasi melalui konsep ABC, yakni asset, basic needs, dan coaching.

"Yang berbeda dari pendekatan graduasi ini adalah intervensinya dilakukan secara berurutan. Pendampingannya dan ada batas waktunya," kata Abdurrahman.

Menurut dia, kriteria graduasi harus dirumuskan secara jelas agar KPM tidak dinyatakan mandiri hanya karena telah menyelesaikan atau keluar dari suatu program bantuan.

"Jadi kriteria graduasi itu menjadi sangat penting. Jangan sampai nanti divonis tergraduasi. Misalnya tergraduasi dari program, atau tergraduasi dari skema yang komprehensif ini. Kemudian minggu depan mereka balik lagi turun miskin. Itu tidak boleh terjadi," katanya.

Kriteria tersebut diharapkan memastikan proses graduasi benar-benar menghasilkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan mencegah keluarga penerima manfaat kembali jatuh dalam kemiskinan.

Penulis :
Ahmad Yusuf