
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sumber daya perikanan Indonesia harus dimanfaatkan oleh nelayan nasional dan tidak lagi didominasi kapal asing.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara.
“Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang ambil,” ujar Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah telah menyiapkan program pembangunan kapal ikan dan penguatan ekonomi kelautan nasional.
Prabowo menyampaikan pemerintah akan membangun 1.582 kapal ikan pada tahun ini.
Kapal-kapal tersebut nantinya akan dibagikan kepada kelompok nelayan melalui sistem koperasi.
Program itu dilakukan agar kekayaan laut Indonesia tidak lagi dimanfaatkan oleh pihak asing.
Pemerintah juga akan mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran melalui konsep blue ocean economy atau ekonomi biru.
Prabowo menilai potensi laut Indonesia merupakan karunia besar yang harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan rakyat.
Selain pembangunan kapal ikan, pemerintah juga menargetkan pembangunan desa nelayan secara masif di seluruh Indonesia.
Tahun ini pemerintah berencana meresmikan 1.386 Desa/Kampung Nelayan Merah Putih.
Presiden menyebut Indonesia memiliki sekitar 12 ribu desa nelayan sehingga program tersebut menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keberanian dan konsistensi kebijakan.
Tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan nasional.
“Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera, saya ingin nelayan nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” imbuh Prabowo.
- Penulis :
- Gerry Eka





