
Pantau - Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono melantik Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menggantikan Muhamad Nur yang telah menjabat selama 2,5 tahun dalam acara di Bandung.
Thomas menyatakan pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan di Bank Indonesia guna mendukung peran lembaga dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional.
Thomas mengatakan, "Guna mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di kisaran 4,9 persen-5,7 persen (yoy) serta menjaga inflasi tetap pada rentang sasaran 2,5 persen ± 1 persen pada akhir tahun ini, Bank Indonesia secara konsisten mendukung penguatan sinergi kebijakan yang mencakup pengendalian harga, akselerasi investasi dan reformasi struktural, pengembangan ekonomi kerakyatan serta digitalisasi sistem pembayaran."
Kinerja Ekonomi Jawa Barat Tercatat Solid
Secara umum, kinerja makroekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 tercatat solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,79 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.
Inflasi Jawa Barat pada April 2026 juga terkendali di level 2,49 persen (yoy).
Stabilitas inflasi tersebut didukung efektivitas koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui penguatan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Penguatan Investasi dan Digitalisasi Jadi Fokus
Kantor Perwakilan BI Jawa Barat terus mendorong investasi melalui program West Java Investment Challenge (WJIC).
Saat ini WJIC menawarkan sekitar 150 proyek strategis dengan total nilai investasi lebih dari Rp200 triliun.
Pengembangan ekonomi baru juga dilakukan melalui perluasan ekonomi syariah, pengembangan ekonomi hijau, pemberdayaan ekonomi pondok pesantren sebagai pusat halal value chain, serta penguatan inklusi keuangan melalui TPKAD.
Dalam aspek sistem pembayaran, BI Jawa Barat akan terus memperkuat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah.
Jawa Barat juga ditargetkan tetap menjadi pemimpin digitalisasi nasional dengan target mencapai 13,38 juta pengguna QRIS dan 8,15 juta merchant QRIS.
Bank Indonesia turut memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) hingga ke pelosok daerah sebagai bagian dari pelayanan publik.
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi mengatakan Bank Indonesia sebagai lembaga independen diharapkan terus menjaga stabilitas rupiah dan stabilitas ekonomi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut memfokuskan penguatan tugas kelembagaan keuangan dan pemerintahan.
Dedy menilai peredaran uang di masyarakat juga perlu diperkuat agar lebih merata.
Dedy turut menyampaikan apresiasi terhadap peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dedy mengatakan, “Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan Jawa Barat yang istimewa.”
- Penulis :
- Shila Glorya





