HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per Dolar AS Dipicu Ketegangan Iran dan AS

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per Dolar AS Dipicu Ketegangan Iran dan AS
Foto: Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta (sumber: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.414 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik setelah Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat.

"Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS sama sekali tidak dapat diterima, sehingga meningkatkan risiko geopolitik," ungkap Ibrahim Assuaibi.

Pernyataan tersebut dinilai mengurangi harapan pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk dalam waktu dekat.

Proposal Perdamaian AS Ditolak Iran

Proposal perdamaian dari Amerika Serikat mencakup penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, serta pembongkaran fasilitas nuklir utama Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.

Iran menolak proposal tersebut dan mengajukan sejumlah tuntutan balasan berupa pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan hak Iran untuk tetap menjalankan sebagian aktivitas nuklir.

Wall Street Journal melaporkan Iran juga mengusulkan pengurangan sebagian uranium yang sangat diperkaya dan memindahkan sisanya ke negara ketiga.

"Investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik," ujar Ibrahim Assuaibi.

Ketegangan geopolitik tersebut terjadi menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pada akhir pekan ini.

Dalam kunjungan tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing untuk membahas perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran.

China dinilai menjadi pemain diplomatik penting karena memiliki hubungan yang cukup baik dengan Teheran.

Keyakinan Konsumen Indonesia Masih Optimistis

Dari sisi domestik, Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada di zona optimistis.

Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level 123,0 atau meningkat tipis dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 122,9.

"Level indeks di atas 100 mencerminkan konsumen masih memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi," kata Ibrahim Assuaibi.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin juga melemah menjadi Rp17.415 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.375 per dolar AS.

Penulis :
Arian Mesa