HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.905, Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah Menekan Pasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.905, Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah Menekan Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 63,78 poin atau 0,92 persen ke posisi 6.905,62 pada perdagangan Senin sore di tengah tekanan sentimen kebijakan royalti tambang dan pelemahan nilai tukar rupiah.

IHSG sempat mengalami rebound terbatas setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda penerapan tarif royalti sejumlah komoditas tambang.

Penundaan Royalti Tambang Picu Rebound Terbatas

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, “Setelah melanjutkan koreksi pada sesi 1, IHSG sempat rebound terbatas setelah diberitakan bahwa Menteri ESDM menunda rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk tembaga, timah, nikel, emas dan perak, untuk menyusun formulasi yang lebih optimal dan adil bagi semua pihak.”

Meski demikian, pasar tetap bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang tetap mulai berlaku pada awal Juni 2026.

Kebijakan tersebut nantinya akan diikuti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).

Ratna Lim mengungkapkan, “Pelemahan rupiah hingga posisi di atas Rp17.400 per dolar AS juga menambah sentimen negatif.”

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di kisaran 6.750 hingga 6.850.

Mayoritas Bursa Asia Ikut Melemah

Mayoritas indeks saham di kawasan Asia juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Pelemahan bursa Asia dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai dari Iran.

Sepanjang perdagangan BEI tercatat sebanyak 263 saham menguat, 463 saham melemah, dan 233 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp12.283 triliun.

Volume perdagangan saham mencapai 39,08 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,8 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp20,41 triliun.

Berdasarkan sektor, hanya sektor infrastruktur yang mencatat penguatan sebesar 1,52 persen.

Sementara sektor transportasi turun 2,88 persen, sektor energi turun 2,02 persen, sektor keuangan turun 1,74 persen, sektor perindustrian turun 1,46 persen, sektor kesehatan turun 1,05 persen, sektor barang konsumen primer turun 0,88 persen, sektor properti turun 0,80 persen, sektor teknologi turun 0,53 persen, sektor barang baku turun 0,19 persen, dan sektor barang konsumen non-primer turun 0,13 persen.

Penulis :
Leon Weldrick