HOME  ⁄  Ekonomi

Bappeda Kalsel Dorong KEK Mekar Putih Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bappeda Kalsel Dorong KEK Mekar Putih Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Foto: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kajian kawasan ekonomi khusus (KEK) Mekar Putih di Pulaulaut Kabupaten Kotabaru (sumber: MC-DiskominfoKalsel)

Pantau - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait kajian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, guna mendorong pengembangan ekosistem industri dan investasi yang terintegrasi serta berkelanjutan.

Kajian tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan sektor hulu hingga hilir, sekaligus melihat peluang peningkatan nilai tambah dan penguatan daya saing daerah.

Pemerintah juga memproyeksikan pengembangan ekonomi kawasan melalui KEK Mekar Putih agar mampu memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor unggulan di Kalimantan Selatan.

Kepala Bappeda Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, mengatakan pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem industri dan investasi yang lebih terarah melalui kajian tersebut.

“Melalui kajian ini, pemerintah daerah berupaya mendorong terciptanya ekosistem industri dan investasi yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. KEK Mekar Putih diharapkan tidak hanya menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mampu memberikan dampak ikutan terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ungkapnya.

FGD Jadi Dasar Penyusunan Kajian Strategis

FGD tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen kajian strategis untuk menganalisis potensi pengembangan rantai nilai komoditas unggulan Kalimantan Selatan yang terintegrasi dengan keberadaan KEK Mekar Putih.

Pemerintah berharap kawasan tersebut mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan investasi di Kalimantan Selatan.

Selain itu, KEK Mekar Putih juga diproyeksikan memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok regional maupun nasional.

Pemerintah menilai keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha, diperlukan agar pengembangan kawasan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pandangan, masukan, serta pengalaman yang relevan sehingga hasil akhir dokumen nantinya dapat menjadi acuan yang berkualitas dalam mendukung pengembangan KEK Mekar Putih dan komoditas unggulan Kalimantan Selatan secara berkelanjutan,” katanya.

Target Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Capai 8,1 Persen

Kepala Bappeda Kalimantan Selatan juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah kondisi geopolitik global yang dinilai memengaruhi pencapaian target pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Saat ini pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan berada pada angka 5,67 persen.

“Di dalam RPJMD kita, target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2029 berada di angka 8,1 persen. Saat ini pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,67 persen dan kondisi geopolitik dunia tentu menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Berdasarkan pembahasan bersama Bappenas dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2027 diproyeksikan berada di kisaran 6,7 hingga 7,2 persen.

Pemerintah menilai target tersebut lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain di Indonesia.

“Target ini sangat tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain. Karena itu, kami berharap ketika Peraturan Presiden terkait KEK terbit dan KEK Mekar Putih mulai beroperasi, target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen pada 2029 dapat tercapai,” jelasnya.

Penulis :
Leon Weldrick