HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Diproyeksi Bergerak Volatil Menjelang Pengumuman MSCI Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Diproyeksi Bergerak Volatil Menjelang Pengumuman MSCI Global
Foto: (Sumber: Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar.)

Pantau - Pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas Reydi Octa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak volatil menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks global MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 waktu setempat.

“Menjelang pengumuman MSCI, IHSG berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan wait and see karena investor asing masih mencermati isu free float, HSC, dan arah rebalancing saham Indonesia,” kata Reydi di Jakarta, Selasa.

Pada akhir perdagangan sesi pertama, IHSG tercatat melemah 1,43 persen ke level 6.807,13.

Menurut Reydi, arah pergerakan IHSG setelah pengumuman MSCI akan sangat bergantung pada hasil akhir peninjauan indeks global tersebut.

Saham Big Caps Jadi Sorotan

Reydi menjelaskan apabila tidak terdapat pengurangan bobot signifikan pada saham-saham Indonesia, pasar berpotensi mengalami technical rebound.

Namun, jika hasil peninjauan MSCI menghadirkan kejutan negatif, tekanan jual investor asing diperkirakan kembali meningkat dalam jangka pendek.

Ia menyebut saham-saham yang paling rentan terdampak adalah emiten dengan free float rendah, konsentrasi kepemilikan tinggi, serta likuiditas yang menjadi perhatian MSCI.

Pasar saat ini menyoroti sejumlah saham seperti AMMN, BREN, DSSA, dan CUAN yang berpotensi mengalami penyesuaian bobot indeks.

“Sementara saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI diperkirakan tetap menjadi penopang utama MSCI Indonesia,” ungkap Reydi.

MSCI Terapkan Kriteria Lebih Ketat

Pengumuman MSCI Index Review periode Mei 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 waktu New York atau Rabu, 13 Mei 2026 waktu Indonesia.

MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan berkala atau rebalancing terhadap berbagai indeks global, termasuk daftar saham Indonesia yang masuk maupun keluar dari indeks.

Dalam peninjauan kali ini, MSCI menerapkan kriteria yang lebih ketat terkait konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Kebijakan tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar di Indonesia yang terancam dikeluarkan karena memiliki jumlah saham beredar atau free float terbatas.

Penulis :
Aditya Yohan