
Pantau - Badan Industri Mineral (BIM) membahas pengembangan tambang logam tanah jarang atau rare earth element (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat, dalam rapat yang digelar di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pembahasan rapat difokuskan pada pengembangan potensi logam tanah jarang di wilayah tersebut.
“Pembahasan ini … Mamuju. Inilah, pengembangan seperti apa untuk rare earth element, kira-kira gitu,” ujar Tri.
Rapat tersebut dihadiri Ketua Dewan Pengarah BIM sekaligus Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala BIM Brian Yuliarto, serta Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa.
Tri hadir mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga merupakan anggota Dewan Pengarah BIM.
Fokus Pengembangan Mineral Strategis
Tri menegaskan tidak ada pembahasan lain dalam rapat selain pengembangan logam tanah jarang.
“Bukan (bahas ground breaking hilirisasi). Bahas logam tanah jarang,” katanya.
BIM diketahui memiliki tugas mempercepat riset dan pengembangan untuk meningkatkan nilai tambah mineral strategis nasional.
Mineral strategis tersebut meliputi mineral radioaktif, logam tanah jarang, serta mineral lain yang berperan penting bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi.
Pengelolaan mineral itu mencakup produk utama maupun produk ikutan dari aktivitas pertambangan.
Kementerian Transmigrasi Buka Potensi Pemanfaatan Lahan
Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi membuka peluang pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan transmigrasi untuk pengembangan tambang batu bara hingga logam tanah jarang guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” ungkap Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini fokus menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru agar masyarakat yang berpindah ke wilayah transmigrasi memiliki peluang pekerjaan dan kesejahteraan yang lebih baik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





