HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.858, Rupiah dan Sentimen MSCI Jadi Tekanan Pasar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.858, Rupiah dan Sentimen MSCI Jadi Tekanan Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup melemah 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,9 di tengah tekanan pelemahan rupiah dan sentimen penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Indeks LQ45 pada perdagangan yang sama justru menguat tipis sebesar 0,18 persen ke posisi 669,84.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut pelemahan nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif utama yang membebani pergerakan pasar saham domestik.

“Pelemahan rupiah ke level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI mendorong pelemahan IHSG,” ungkap Ratna Lim.

Ratna menjelaskan rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.525 per dolar AS yang menjadi rekor terendah baru.

Yield SUN Naik Dipicu Harga Minyak dan Kekhawatiran Defisit

Kenaikan imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

Yield SUN tenor 10 tahun tercatat naik 10 basis poin menjadi 6,72 persen yang merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Ratna menyebut kenaikan yield SUN dipicu oleh lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit APBN.

Kondisi tersebut ikut mendorong pelemahan rupiah lebih lanjut di pasar valuta asing.

Ratna menjelaskan tren kenaikan yield obligasi juga terjadi di sejumlah negara lain.

Di Amerika Serikat, yield obligasi pemerintah meningkat menjelang rilis data inflasi.

Sementara di Inggris, yield obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sejak tahun 2008 di tengah tekanan politik terhadap Perdana Menteri Inggris agar mundur dari jabatannya.

Sektor Kesehatan Anjlok, Basic Materials Menguat

Dari sisi sektoral, sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 3,52 persen.

Sektor industri juga turun 3,20 persen, diikuti infrastruktur melemah 1,49 persen dan barang konsumen primer turun 1,44 persen.

Selain itu, sektor properti turun 0,61 persen, teknologi melemah 0,48 persen dan barang konsumen non-primer turun 0,06 persen.

Di sisi lain, sektor barang baku atau basic materials mencatatkan penguatan terbesar sebesar 1,85 persen.

Sektor transportasi dan logistik turut menguat 1,59 persen, disusul sektor keuangan naik 0,31 persen dan energi menguat 0,01 persen.

Secara teknikal, Ratna Lim menilai IHSG berpotensi menguji area support pada kisaran 6.700 hingga 6.750.

“Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpeluang mengalami technical rebound menuju level 6.900,” ujar Ratna.

Sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 217 saham menguat, 486 saham melemah dan 256 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp12.146 triliun.

Aktivitas perdagangan mencapai 31,08 miliar saham dengan frekuensi 2,51 juta transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp16,27 triliun.

Penulis :
Shila Glorya