HOME  ⁄  Ekonomi

Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman, Impor Minyak Rusia Segera Masuk ke Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman, Impor Minyak Rusia Segera Masuk ke Indonesia
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 12/5/2026 (sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

Pantau - Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman setelah melaporkan langsung kesiapan pasokan energi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.

Bahlil menyebut ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), hingga minyak mentah (crude oil) saat ini berada di atas batas standar minimum nasional.

“Saya melapor kepada Bapak Presiden terkait dengan kesiapan untuk BBM kita sampai dengan hari ini, maupun LPG, maupun crude, semua di atas standar minimum nasional,” ungkap Bahlil.

Pemerintah akan terus memantau kondisi cadangan energi nasional untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar.

Pemerintah juga ingin memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor industri tetap terpenuhi di tengah dinamika kebutuhan energi nasional.

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui pengawasan stok, kelancaran distribusi, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.

“Jadi, insyaallah nggak ada masalah,” kata Bahlil.

Pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Impor Minyak Rusia Dilakukan Bertahap

Salah satu langkah menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global adalah impor minyak mentah dari Rusia yang akan segera masuk ke Indonesia.

Impor tersebut merupakan bagian dari komitmen pembelian minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia.

Realisasi impor 150 juta barel itu akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan dua opsi impor minyak mentah dari Rusia.

Opsi pertama adalah impor langsung melalui badan usaha milik negara (BUMN).

Opsi kedua adalah impor melalui Badan Layanan Umum (BLU).

Penulis :
Leon Weldrick