HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Biru Dinilai Jadi Jalan Baru Masa Depan Kawasan Pesisir Jawa Timur

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonomi Biru Dinilai Jadi Jalan Baru Masa Depan Kawasan Pesisir Jawa Timur
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau hasil tangkapan nelayan. ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim/am..)

Pantau - Ekonomi biru dinilai dapat menjadi jalan baru pembangunan kawasan pesisir Jawa Timur sekaligus mendorong pemerataan ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan.

Provinsi Jawa Timur selama ini dikenal memiliki kekuatan ekonomi maritim dengan garis pantai lebih dari 3.500 kilometer, ratusan ribu nelayan, pelabuhan besar, hingga industri pengolahan hasil laut.

Di kawasan pesisir seperti Brondong, Lamongan, laut disebut bukan sekadar bentang alam, tetapi menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Namun, selama bertahun-tahun laut dinilai lebih sering dipandang sebagai sumber eksploitasi tanpa memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Penangkapan ikan berlebihan, pembangunan pesisir tanpa kendali, hingga kerusakan mangrove dan terumbu karang disebut menjadi persoalan yang terus meningkat.

Kini konsep ekonomi biru mulai didorong pemerintah sebagai bagian dari strategi pembangunan maritim berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut ekonomi biru menjadi salah satu kunci menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Potensi Maritim Besar Belum Sejalan dengan Kesejahteraan Nelayan

Pemerintah pusat juga mulai mendorong agenda ekonomi biru melalui pembangunan kampung nelayan, konservasi laut, dan penguatan industri perikanan berkelanjutan.

Meski demikian, perkembangan ekonomi maritim dinilai belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan produksi olahan kelautan mencapai lebih dari satu juta ton per tahun dan ratusan ribu ton di antaranya diekspor ke berbagai negara.

Sektor tersebut menopang rantai ekonomi panjang mulai dari nelayan, industri pengolahan ikan, logistik, hingga perdagangan ekspor.

Namun banyak nelayan masih hidup dalam ketidakpastian akibat cuaca buruk dan harga ikan yang fluktuatif.

Rantai distribusi yang panjang juga membuat keuntungan lebih banyak dinikmati tengkulak dan industri besar dibanding masyarakat pesisir.

Ekonomi Biru Didorong Jadi Alat Pemerataan Baru

Selain persoalan kesejahteraan, wilayah pesisir Jawa Timur juga menghadapi ancaman abrasi, kerusakan mangrove, peningkatan sampah plastik, dan menurunnya kualitas ekosistem laut.

Laut dinilai terus dipaksa menghasilkan lebih banyak tanpa diimbangi kemampuan untuk memulihkan ekosistemnya.

Ekonomi biru disebut semestinya menjadi alat pemerataan ekonomi baru bagi kawasan pesisir.

Wisata bahari berbasis komunitas, industri pengolahan hasil laut skala kecil, budidaya rumput laut, hingga konservasi mangrove dinilai dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir.

Konsep tersebut juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan laut di masa depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf