
Pantau - Anggota DPR RI Herman Khaeron meminta pemerintah memberikan dukungan nyata terhadap industri padat karya, khususnya industri rokok, melalui regulasi yang memberikan ruang bagi industri tersebut untuk bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.
“Herman Khaeron mengatakan, “Ketika kemudian ada semangat ingin membangun bangsa dari industri padat karya yang juga memberikan sumbangan terhadap fiskal negara, negara juga harus bisa menjaganya dari sisi-sisi lain.””
Ia menilai industri rokok selama ini terbukti mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dalam jumlah besar.
Menurut Herman, satu pabrik rokok dapat melibatkan hingga sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.
Industri Rokok Dinilai Berkontribusi Besar bagi Ekonomi
Herman Khaeron menjelaskan industri rokok tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara melalui pembayaran pajak dan cukai.
Menurutnya, kontribusi tersebut memperkuat instrumen konsumsi publik yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyampaikan data pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 menunjukkan kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto mencapai 19,07 persen.
Angka tersebut menjadikan industri pengolahan sebagai salah satu sektor penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi nasional.
Data ANTARA menyebutkan industri hasil tembakau di Indonesia masih menjadi salah satu sektor manufaktur besar yang berpengaruh terhadap ekonomi nasional.
Kontribusi cukai hasil tembakau pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp216,9 triliun.
Sektor industri hasil tembakau juga menyerap sekitar 5,9 hingga 6 juta tenaga kerja.
Tenaga kerja tersebut meliputi petani tembakau dan cengkeh, buruh pabrik, distributor, hingga pedagang kecil.
Indonesia juga tercatat sebagai salah satu eksportir produk tembakau terbesar di dunia.
Nilai ekspor produk hasil tembakau Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 1,85 miliar dolar Amerika Serikat.
Pemerintah Diminta Tegas Berantas Rokok Ilegal
Herman menilai industri rokok saat ini menghadapi aturan-aturan yang semakin ketat serta tantangan dari maraknya peredaran rokok ilegal.
Ia menegaskan negara harus hadir untuk menjaga industri yang patuh terhadap aturan dari ancaman produk ilegal.
Menurutnya, rokok ilegal merugikan negara karena tidak memiliki standar kualitas yang jelas serta tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara.
Herman Khaeron juga meminta pemerintah menegakkan hukum secara tegas terhadap peredaran rokok ilegal.
Ia menilai upaya menjaga ruang industri rokok akan menjadi kontraproduktif apabila peredaran produk ilegal tetap marak di masyarakat.
“Herman Khaeron mengatakan, “Kita harus mendukung industri terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.””
- Penulis :
- Arian Mesa





