HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Ekspor Pupuk ke Australia, Amran Sebut Posisi RI Kian Strategis di Ketahanan Pangan Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Indonesia Ekspor Pupuk ke Australia, Amran Sebut Posisi RI Kian Strategis di Ketahanan Pangan Global
Foto: (Sumber: Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman (kiri), Menteri Pertanian Perikanan dan Kehutanan Australia Julie Collins MP (kanan). ANTARA/HO-Dokumentasi Kementan.)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan setelah dimulainya ekspor pupuk urea ke Australia melalui kerja sama antarpemerintah kedua negara.

Amran mengatakan hubungan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor pangan terus menguat di tengah tekanan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi, pangan, dan bahan baku dunia.

Menurut Amran, Menteri Pertanian Perikanan dan Kehutanan Australia Julie Collins menelepon langsung dirinya untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan pasokan pupuk dari Indonesia.

Dalam percakapan tersebut, pemerintah Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia dinilai membantu menjaga ketersediaan pupuk di tengah gangguan rantai pasok global akibat ketidakpastian geopolitik.

“Pemerintah Australia menilai langkah Indonesia mengekspor pupuk memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan sektor pertanian kawasan,” kata Amran.

Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, tetapi juga mendukung kebutuhan negara lain.

Ucapan terima kasih sebelumnya juga disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto melalui komunikasi telepon.

Amran menyebut komunikasi langsung antara pemimpin kedua negara menunjukkan posisi Indonesia semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, khususnya sektor pupuk.

Pada pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis 14 Mei, Amran menjelaskan ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government Indonesia-Australia untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Volume ekspor tahap awal mencapai 47.250 ton.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton.

Nilai ekspor pupuk tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.

“Ekspor pupuk ke Australia menjadi sejarah baru karena Indonesia akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia,” ujar Amran.

Amran menegaskan penguatan industri pupuk menjadi fondasi penting dalam percepatan program swasembada pangan nasional.

Ia menyebut ketersediaan pupuk yang cukup, harga lebih terjangkau, dan distribusi yang lebih cepat menjadi kunci peningkatan produksi pertanian nasional.

Pemerintah, kata dia, tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri.

Ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional berada dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan petani Indonesia dinilai tetap aman dan terpenuhi.

Produksi urea nasional saat ini ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia masih memiliki surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasar ekspor sekaligus mendukung diplomasi pangan nasional.

Ekspor pupuk ke Australia dinilai tidak hanya mencerminkan kekuatan industri pupuk nasional, tetapi juga menandai peran baru Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan global di tengah dinamika geopolitik dunia.

Penulis :
Gerry Eka