
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov menggelar pertemuan bilateral untuk mematangkan roadmap kerja sama Indonesia dan Belarus menjelang kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada Juli 2026.
Roadmap tersebut menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Lukashenko dan akan difokuskan pada kerja sama konkret di berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda yang akan menjadi bahan pembicaraan dalam kunjungan kenegaraan Presiden Belarus ke Indonesia.
Airlangga mengatakan roadmap tersebut akan menjadi peta jalan terukur yang mencakup kerja sama perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya, dan berbagai bidang lainnya.
“Roadmap ini akan menjadi peta jalan terukur yang mencakup kerja sama perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya, dan bidang lainnya,” ungkap Airlangga.
Kerja Sama Penerbangan hingga Industri Strategis
Indonesia dan Belarus juga membahas wacana pembukaan penerbangan langsung antara kedua negara guna memperkuat konektivitas dan hubungan ekonomi.
Perkembangan rencana penerbangan langsung tersebut akan disampaikan dalam rangkaian kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia.
Kedua negara turut mendiskusikan kerja sama visa untuk meningkatkan arus wisatawan dan pelaku bisnis.
Selain itu, kedua pihak membahas rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk untuk memperlancar hubungan bilateral.
Pada sektor industri strategis, Indonesia dan Belarus mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik dan semikonduktor.
Belarus juga didorong menjadi pemasok pupuk potash untuk Indonesia karena memiliki cadangan yang melimpah.
Kerja sama tersebut dinilai sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri hilir dan ketahanan pangan nasional.
Ratifikasi I-EAEU FTA Dikebut
Di bidang perdagangan, kedua negara membahas perkembangan ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement atau I-EAEU FTA.
Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov menyampaikan parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut.
“Dokumen ratifikasi saat ini berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani,” kata Ryzhenkov.
Indonesia menargetkan proses ratifikasi I-EAEU FTA selesai pada paruh kedua 2026.
Kedua pihak juga membahas program pengiriman pelajar dan tenaga profesional Indonesia ke berbagai institusi kesehatan di Belarus.
Airlangga menyambut baik usulan tersebut dan menekankan agar program diperluas ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM.
- Penulis :
- Gerry Eka





