
Pantau - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi bagi dunia industri untuk menghadapi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan perusahaan perlu memperkuat penggunaan instrumen lindung nilai atau hedging guna melindungi arus kas dari fluktuasi kurs mata uang asing.
“Adalah dengan perusahaan memperkuat penggunaan instrumen lindung nilai (hedging) untuk melindungi arus kas dari fluktuasi kurs mata uang asing,” kata Esther saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Pada perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.
Esther menilai pelemahan rupiah berpotensi menekan industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.
“Kondisi ini berimbas langsung pada pasar kerja melalui pembengkakan biaya produksi, kenaikan inflasi impor (imported inflation), ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), serta turunnya serapan tenaga kerja akibat terhambatnya ekspansi usaha,” ujarnya.
Industri Diminta Kurangi Ketergantungan Impor
Selain memperkuat hedging, Esther menyarankan pelaku industri mulai mencari pemasok lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Menurutnya, langkah tersebut memang memiliki tantangan, namun penting untuk menjaga stabilitas biaya produksi di tengah tekanan nilai tukar.
“Rekomendasi selanjutnya adalah efisiensi dan pengendalian biaya operasional. Pelaku usaha melakukan efisiensi (cost cutting) seperti merasionalisasi belanja modal (capex) dan mengoptimalkan modal kerja tanpa mengorbankan kualitas,” ungkap Esther.
Ia juga meminta dunia usaha memperluas penggunaan skema Local Currency Settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan internasional.
Penggunaan Mata Uang Lokal Dinilai Bisa Tekan Risiko
Esther menilai penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dapat mengurangi dominasi dolar AS dan menekan risiko fluktuasi kurs.
“Semakin banyak perusahaan yang mencoba melakukan pembayaran perdagangan internasional dengan mekanisme Local Currency Settlement atau LCS untuk mengurangi dominasi dan ketergantungan terhadap dolar AS,” katanya.
Indef menilai kombinasi strategi lindung nilai, efisiensi operasional, diversifikasi pemasok, dan penggunaan mata uang lokal menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan industri di tengah tekanan ekonomi global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





