HOME  ⁄  Nasional

Ekonom Sebut Hilirisasi Jadi Strategi Penting Kejar Target Investasi Rp2.041 Triliun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Sebut Hilirisasi Jadi Strategi Penting Kejar Target Investasi Rp2.041 Triliun
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Kunjungan delegasi HIMKI meninjau langsung kawasan industri furnitur dan woodworking machinery di Qingdao, Shandong, China, Jumat (15/5/2026). (ANTARA/HO-HIMKI).)

Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai strategi hilirisasi yang dibarengi reformasi perizinan dan pembangunan infrastruktur menjadi kunci mencapai target investasi nasional sebesar Rp2.041 triliun pada 2026.

Esther mengatakan target investasi tersebut masih realistis dicapai meski pemerintah harus bekerja lebih keras menjaga iklim usaha dan momentum pertumbuhan investasi di tengah dinamika ekonomi global.

“Sebenarnya untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen maka diperlukan investasi sebesar Rp13.000 triliun dengan ICOR 4,” kata Esther saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan realisasi investasi nasional pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12,7 persen.

“Jadi kalau target investasi 2026 Rp2.041 triliun maka pemerintah memasang target agak lebih tinggi karena itu pemerintah harus bekerja lebih keras lagi,” ungkapnya.

Hilirisasi dan Reformasi Perizinan Dinilai Krusial

Esther menilai strategi peningkatan investasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari kebijakan makro hingga mikro.

Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi sebelum diekspor.

Selain itu, reformasi perizinan dan kepastian hukum dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.

Pemerintah juga didorong menyederhanakan regulasi melalui sistem perizinan terintegrasi dan langkah debottlenecking guna mengurai hambatan investasi.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan konektivitas kawasan ekonomi disebut penting untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi industri nasional.

Investor Diminta Diversifikasi Portofolio

Esther mengatakan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal seperti kemudahan perpajakan, keringanan bea masuk, serta penyediaan lahan industri dapat menjadi daya tarik tambahan bagi investor.

Ia juga menyarankan investor melakukan diversifikasi investasi agar risiko pasar dapat ditekan.

“Sebar investasi ke berbagai sektor atau kelas aset untuk meredam volatilitas pasar,” katanya.

Menurut Esther, sektor energi terbarukan, teknologi, dan digitalisasi menjadi bidang prospektif dengan pertumbuhan jangka panjang yang kuat.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai bagian dari target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada periode RPJMN 2025-2029.

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan menyerap 706.569 tenaga kerja.

Penulis :
Ahmad Yusuf