HOME  ⁄  Ekonomi

Tim Bulog Kapuas Rela Bermalam di Rumah Petani Demi Maksimalkan Serapan Gabah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tim Bulog Kapuas Rela Bermalam di Rumah Petani Demi Maksimalkan Serapan Gabah
Foto: (Sumber: Tim Bulog Kapuas saat meninjau sawah petani di wilayah Terusan Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. ANTARA/Muhammad Arif Hidayat.)

Pantau - Tim Bulog Kantor Cabang Kapuas, Kalimantan Tengah, rela bermalam di kawasan pertanian demi memaksimalkan penyerapan gabah hasil panen petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.

Asisten Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Kantor Cabang Kapuas Angga May Chandra mengatakan kegiatan menginap di rumah petani sudah menjadi rutinitas saat musim panen berlangsung di wilayah pertanian Kabupaten Kapuas.

“Menginap di kawasan pertanian Kapuas seperti di wilayah Terusan ini biasa kami lakukan agar penyerapan hasil panen bisa maksimal,” kata Angga.

Tim Bulog bermalam di rumah salah seorang petani di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, sambil melakukan pemetaan wilayah yang telah memasuki masa panen.

Bulog Targetkan Serap Puluhan Ton Gabah

Dalam satu kali kegiatan penyerapan gabah, Bulog Kapuas menargetkan sekitar 30 ton gabah sesuai kemampuan mitra penggilingan.

“Misalnya dalam sehari mampu menyerap sekitar 10 ton, berarti perlu waktu kurang lebih tiga hari hingga terkumpul 30 ton gabah,” ujarnya.

Gabah hasil panen petani tidak langsung diproses menjadi beras, melainkan harus melalui tahapan pemeriksaan kualitas terlebih dahulu.

Setelah itu, gabah diangkut dari lokasi pertanian untuk menjalani proses pengeringan, penggilingan, penyortiran, hingga pengemasan sebelum akhirnya disimpan di gudang dan didistribusikan kepada masyarakat.

Proses Panjang Demi Kualitas Beras Terbaik

Bulog menyebut proses pengolahan gabah hingga menjadi beras siap konsumsi membutuhkan tahapan panjang dan ketelitian agar kualitas tetap terjaga.

Petugas lapangan harus bekerja ekstra di tengah kawasan pertanian untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik dan dapat memberikan keuntungan bagi petani.

“Karena kami petani tentu ingin harga beli yang baik. Kita ingin bekerja agar modal dapat kembali, serta tentu memberi keuntungan,” ungkap salah seorang petani dalam kegiatan tersebut.

Langkah penyerapan gabah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani di daerah sentra pertanian Kalimantan Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan