HOME  ⁄  Ekonomi

Generasi Muda Diminta Mulai Investasi di Tengah Maraknya Pinjol dan Paylater

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Generasi Muda Diminta Mulai Investasi di Tengah Maraknya Pinjol dan Paylater
Foto: (Sumber : Ilustrasi transaksi digital dengan menggunakan paylater. (ANTARA/Nabila Charisty).)

Pantau - Generasi muda Indonesia dianjurkan mulai membangun kebiasaan investasi di tengah tingginya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater yang dinilai berisiko terhadap kesehatan finansial jangka panjang.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan tingginya penggunaan layanan keuangan digital di kalangan anak muda menunjukkan adanya ketimpangan antara pola konsumsi dan kesiapan mengelola keuangan.

“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Namun di saat yang sama, banyak yang belum memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten,” ujar Aloysia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 48,65 persen kredit macet pinjaman online per Maret 2026 berasal dari kelompok usia 19 hingga 34 tahun.

Pada periode yang sama, total outstanding pinjol nasional mencapai Rp101,03 triliun atau tumbuh 26,25 persen secara tahunan, sementara utang layanan paylater menyentuh Rp28,3 triliun dari 30,81 juta pengguna.

Investasi Rutin Dinilai Jadi Solusi Finansial

Aloysia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan keuangan yang disiplin sejak dini, terutama di tengah kemudahan akses kredit digital dan gaya hidup instan.

Menurut dia, membangun kondisi finansial yang sehat tidak harus dimulai dengan modal besar.

“Langkah sederhana seperti menyisihkan setidaknya 5 persen dana dingin dari penghasilan untuk investasi rutin dapat membentuk disiplin finansial dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ia mendorong generasi muda menerapkan strategi investasi rutin seperti Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni metode investasi berkala dengan nominal tetap secara konsisten untuk membangun aset jangka panjang.

Riwayat Finansial Dinilai Pengaruhi Masa Depan

Aloysia menjelaskan layanan pinjol maupun paylater sebenarnya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, namun penggunaan yang tidak terkendali dapat memicu perilaku konsumtif dan mengganggu stabilitas finansial.

Data OJK juga mencatat rasio kredit bermasalah pinjol atau TWP90 per Maret 2026 mencapai 4,52 persen.

Menurut dia, banyak generasi muda belum menyadari bahwa riwayat pinjaman dan kedisiplinan pembayaran akan memengaruhi akses keuangan di masa depan, termasuk pengajuan KPR, kredit kendaraan, hingga pembiayaan usaha.

“Banyak generasi muda belum menyadari bahwa riwayat finansial hari ini dapat berdampak pada akses keuangan mereka di masa depan,” katanya.

Indodax menyebut pihaknya terus memperkuat edukasi investasi bagi pengguna pemula melalui berbagai kanal untuk membantu masyarakat memahami risiko investasi dan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat di era digital.

Penulis :
Aditya Yohan