HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Tengah Sikap Wait and See Pelaku Pasar terhadap Kebijakan BI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Tengah Sikap Wait and See Pelaku Pasar terhadap Kebijakan BI
Foto: (Sumber :Arsip foto - Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/pri..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi bergerak sideways pada perdagangan Rabu di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman arah kebijakan moneter Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur.

Investor Menanti Keputusan BI-Rate

IHSG dibuka menguat 25,99 poin atau 0,41 persen ke level 6.366,01, sedangkan Indeks LQ45 naik 1,77 poin atau 0,28 persen ke posisi 638,41.

"IHSG berpeluang menguji resistance 6.377. Jika berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459. Sebaliknya, apabila gagal menembus 6.377, IHSG berpotensi mengalami taking profit dengan area support di level 6.286-6.257,” ungkap Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.

Pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan menentukan arah BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen.

Menurut Liza, proyeksi ekonom masih terbagi antara mempertahankan BI-Rate di level saat ini atau menaikkannya sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen.

Sentimen Global dan PFII Jadi Perhatian

Liza mengatakan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia diharapkan mampu menarik arus modal asing melalui pengembangan ekosistem keuangan yang kompetitif.

"Melalui penyediaan ekosistem keuangan yang kompetitif, regulasi yang mendukung, serta infrastruktur penunjang, PFII diharapkan mampu meningkatkan arus modal asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi regional," katanya.

Di pasar global, sentimen positif didorong penguatan saham sektor semikonduktor serta perhatian investor terhadap musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar.

“Di sisi lain, minimnya data ekonomi serta periode blackout komunikasi The Fed membuat pergerakan pasar lebih dipengaruhi oleh laporan keuangan korporasi,” ujar Liza.

Di sisi lain, pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan tarif tambahan Amerika Serikat terhadap sejumlah produk impor asal Kanada yang berpotensi memengaruhi sentimen investor.

Penulis :
Aditya Yohan