HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS di Tengah Sikap Wait and See Jelang RDG BI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS di Tengah Sikap Wait and See Jelang RDG BI
Foto: (Sumber :Ilustrasi: Menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi melemah 42 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.888 per dolar AS, di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Pasar Menanti Keputusan BI-Rate

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi sikap pelaku pasar yang menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia.

“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.850–17.975 per dolar AS seiring pelaku pasar menantikan hasil keputusan kebijakan moneter tersebut,” ungkap Josua.

Menurut Josua, Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada hasil Rapat Dewan Gubernur periode 21–22 Juli 2026.

“Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen,” katanya.

Geopolitik Turut Membayangi Pergerakan Rupiah

Josua menjelaskan rupiah sebelumnya sempat tertekan hingga menembus level Rp18 ribu per dolar AS sebelum kembali menguat secara bertahap setelah serangkaian kenaikan BI-Rate sepanjang 2026.

Selain faktor domestik, sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik yang sempat membaik setelah muncul usulan gencatan senjata sebelum kembali memanas akibat ancaman blokade maritim oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

“Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, sehingga mendorong harga minyak mentah Brent naik 2,01 persen menjadi 91,01 dolar AS per barel,” ujar Josua.

Penulis :
Aditya Yohan