HOME  ⁄  Ekonomi

Airlangga Sebut DEFA ASEAN Berpotensi Dongkrak Ekonomi Digital Indonesia hingga Rp10.645 Triliun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Airlangga Sebut DEFA ASEAN Berpotensi Dongkrak Ekonomi Digital Indonesia hingga Rp10.645 Triliun
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers didampingi CTO Danantara Sigit Puji Santosa, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan perwakilan Arm Ltd. usai pembukaan “Pelatihan Semikonduktor Bersama Arm untuk Talenta Indonesia” di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu 20/5/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN berpotensi meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia menjadi 600 miliar dolar AS atau sekitar Rp10.645 triliun.

Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut usai pembukaan acara “Pelatihan Semikonduktor Bersama Arm untuk Talenta Indonesia” di Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

“Dengan DEFA ASEAN yang rencananya akan kita tandatangani tahun ini, dengan ditandatangani, maka potensi kita bisa naik ke 600 miliar dolar AS,” ungkap Airlangga.

ASEAN melalui DEFA membangun kerangka kerja sama ekonomi digital antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan melalui pengembangan perdagangan digital, konektivitas lintas negara, tata kelola data, serta penguatan ekosistem teknologi dan inovasi.

Airlangga menyebut ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 400 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.097 triliun pada tahun 2030.

Menurutnya, nilai tersebut masih dapat meningkat melalui integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Penguatan Industri Semikonduktor

Airlangga menilai penguatan industri semikonduktor menjadi penting karena teknologi chip merupakan salah satu penopang utama ekonomi digital.

Industri semikonduktor mendukung berbagai sektor seperti otomotif, elektronik, pusat data, dan internet of things (IoT).

Pemerintah mulai memperkuat ekosistem industri semikonduktor nasional melalui pengembangan sumber daya manusia dan kolaborasi dengan industri global.

Salah satu upaya dilakukan melalui program pelatihan semikonduktor hasil kerja sama Danantara, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan Arm Ltd.

Arm Ltd. merupakan perusahaan teknologi asal Inggris yang mendesain arsitektur chip semikonduktor dan prosesor.

“Baru saja dilakukan pembukaan program pelatihan Danantara dengan Arm sebagai langkah percepatan industri semikonduktor dan elektronik yang terintegrasi dalam ekosistem global,” ujar Airlangga.

Target Cetak 15 Ribu Talenta Semikonduktor

Airlangga mengatakan nilai industri semikonduktor global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun dolar AS atau sekitar Rp26.615 triliun.

Pertumbuhan industri semikonduktor global didorong perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta infrastruktur digital.

Menurut Airlangga, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan strategis untuk mengembangkan industri semikonduktor.

Keunggulan tersebut meliputi jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa, ekonomi digital yang terus tumbuh, serta ketersediaan sumber daya mineral strategis.

Indonesia disebut mulai masuk ke rantai industri semikonduktor melalui penguatan sumber daya manusia serta kegiatan assembly, testing, dan packaging.

Program pelatihan semikonduktor Danantara bersama Arm diikuti 1.000 peserta hasil seleksi dari sekitar 4.500 pendaftar.

“Yang daftar adalah 4.500 orang, dan yang direkrut pagi hari ini adalah 1.000 orang yang akan melakukan pelatihan,” kata Airlangga.

Pemerintah menargetkan pengembangan 15.000 engineer atau talenta semikonduktor dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat ekosistem industri chip nasional.

Program pelatihan semikonduktor tersebut digelar pada 20 hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan pelatih dari Arm Ltd.

Penulis :
Shila Glorya