
Pantau - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menegaskan kawasan industri memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekspor manufaktur.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan penguatan sektor industri dan investasi produktif menjadi langkah penting untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Menurut dia, investasi yang terus tumbuh akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas manufaktur, penyerapan tenaga kerja, hingga kenaikan devisa ekspor.
HKI Dorong Percepatan Ekosistem Investasi
HKI mendorong pemerintah memperkuat ekosistem investasi nasional melalui percepatan perizinan, kepastian tata ruang, penguatan infrastruktur energi dan logistik, serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kepercayaan investor lahir dari kepastian dan konsistensi kebijakan. Ketika iklim investasi dijaga dengan baik, industri akan bergerak, lapangan kerja tumbuh, ekspor meningkat, dan ekonomi nasional akan semakin kuat menghadapi tekanan global,” ungkap Akhmad Ma'ruf Maulana.
Ia juga menyampaikan peresmian kantor sekretariat baru HKI di Jakarta pada Rabu (20/5) oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi simbol penguatan peran kawasan industri dalam menopang ekonomi nasional.
Kemenperin Catat Ribuan Tenant Industri Beroperasi
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kawasan industri memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan infrastruktur terintegrasi yang mampu meningkatkan investasi dan efisiensi industri.
Menurut Agus, penguatan sektor manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, dan pembangunan industri nasional diyakini mampu memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian hingga 2025, terdapat 176 kawasan industri di Indonesia dengan total luas mencapai 98.291,68 hektare.
Kawasan industri tersebut menampung sekitar 11.970 tenant industri dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp6.744,58 triliun serta menyerap tenaga kerja hingga 2,35 juta orang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





