HOME  ⁄  Ekonomi

Bontang Siap Produksi Asam Lemak untuk Penuhi Kebutuhan Industri Kosmetik Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bontang Siap Produksi Asam Lemak untuk Penuhi Kebutuhan Industri Kosmetik Global
Foto: (Sumber : Infografis rencana industri asam lemak atau fatty acid di Kota Bontang, Kalimantan Timur. ANTARA/ HO-DPMPTSP Bontang.)

Pantau - Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, menyiapkan produksi asam lemak (fatty acid) sebagai bahan baku industri kosmetik, sabun, detergen, plastik, tekstil, pelumas, hingga produk perawatan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan global.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan proyek hilirisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap produk impor.

“Proyek ini ditargetkan mampu mendongkrak nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia, sekaligus memangkas ketergantungan industri dalam negeri terhadap produk impor,” ujar Aspian Nur di Bontang, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan industri asam lemak dipilih karena memiliki permintaan global yang terus meningkat, terutama dari pasar Asia dan Eropa dengan pertumbuhan konsumsi produk turunan mencapai rata-rata 7 persen per tahun.

Bontang Andalkan Pasokan Sawit dan Infrastruktur Industri

Aspian menyebut Kalimantan Timur memiliki pasokan crude palm oil (CPO) yang melimpah dengan produksi rata-rata mencapai 4 juta ton per tahun.

Menurut dia, pabrik asam lemak tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 91,2 ribu ton per tahun dengan kebutuhan bahan baku CPO sekitar 45 ribu ton per tahun.

“Pabrik ini tidak hanya akan memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri strategis, tetapi yang paling penting adalah menciptakan ratusan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kontribusi ekspor produk hilir kelapa sawit,” katanya.

Pemerintah Kota Bontang juga telah menyiapkan skema investment project ready to offer (IPRO) senilai Rp3,77 triliun untuk menarik investor domestik maupun global.

Industri Asam Lemak Akan Dibangun di KIE Bontang

Pabrik industri asam lemak tersebut direncanakan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang yang dinilai memiliki konektivitas dan infrastruktur memadai.

Lokasi tersebut berada dekat Pelabuhan Lok Tuan dan Pelabuhan LNG Badak sehingga dinilai strategis untuk distribusi ekspor dan kebutuhan domestik.

Aspian mengatakan kawasan industri itu juga didukung fasilitas utilitas lengkap seperti pasokan listrik hingga 80 MW, jaringan telekomunikasi, air bersih, nitrogen, hingga fasilitas pengolahan limbah.

“Lahan luas dan terintegrasi, menyiapkan area plant pengolahan seluas 5 hektare serta area penyimpanan bahan baku dan produk seluas 15 hektare,” ujar Aspian Nur.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf