
Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.677 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.667 per dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan domestik dan penguatan dolar Amerika Serikat.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap kebijakan dalam negeri terkait tata kelola ekspor.
“Rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan domestik,” ujar Josua kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Investor disebut mulai mengantisipasi kebijakan baru mengenai tata kelola ekspor yang akan memusatkan transaksi ekspor sejumlah komoditas di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain itu, pelaku pasar juga mulai mengalihkan investasi ke aset lain menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Juni mendatang.
Data Ekonomi AS Dorong Penguatan Dolar
Josua menjelaskan penguatan dolar AS turut dipicu rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi ekonomi masih kuat.
Data Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir pada 16 Mei 2026 tercatat turun menjadi 209 ribu dari sebelumnya 212 ribu dan lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 210 ribu.
Sementara itu, data Preliminary S&P Global PMI Manufacturing naik menjadi 55,3 pada Mei 2026 dari sebelumnya 54,5 dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 53,8.
Menurut Josua, kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur AS tetap bertahan di tengah ketidakpastian global.
“Rilis data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, sehingga mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed,” ungkapnya.
Namun, penguatan dolar AS sempat tertahan setelah muncul optimisme terkait potensi kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
“Namun, kemudian pada sesi tersebut, penguatan dolar AS tertahan karena optimisme mengenai potensi kesepakatan perdamaian muncul kembali setelah pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal terbaru dari AS telah mulai menjembatani kesenjangan antara kedua pihak,” kata Josua.
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif
Permata Bank memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.725 per dolar AS.
Pergerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, arah kebijakan suku bunga The Fed, hingga respons investor terhadap kebijakan ekonomi domestik Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





