HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Dorong Stasiun Jadi Pusat Ekonomi Lewat Naming Rights BSI di LRT Dukuh Atas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Dorong Stasiun Jadi Pusat Ekonomi Lewat Naming Rights BSI di LRT Dukuh Atas
Foto: Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa menghadiri peresmian kerja sama naming rights Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Jumat 22/5/2026 (sumber: ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berharap kolaborasi naming rights antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) di Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta, menjadi awal pengembangan stasiun sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Stasiun yang sebelumnya bernama Stasiun LRT Dukuh Atas BNI itu resmi berganti nama setelah kerja sama antara BSI dan MITJ diresmikan.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan stasiun diharapkan tidak hanya menjadi tempat transit perjalanan bagi masyarakat.

“Stasiun diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ungkap Gede.

KAI Kembangkan Stasiun Jadi Ruang Aktivitas Publik

Gede mengatakan KAI saat ini terus berupaya menjadikan stasiun sebagai ruang yang nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari keberadaan stasiun.

KAI ingin masyarakat dapat berkumpul, menikmati kuliner, hingga membeli kebutuhan sehari-hari di area stasiun.

Sejumlah stasiun juga telah dilengkapi cabang minimarket untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Gede menilai kerja sama naming rights tersebut hanyalah titik awal dari pengembangan yang lebih luas.

Menurut KAI, aset perusahaan tidak hanya berupa bangunan dan sarana perkeretaapian.

Pergerakan dan jumlah penumpang juga dianggap sebagai aset penting perusahaan.

KAI mencatat layanan KRL Commuter melayani sekitar 520 juta penumpang setiap tahun.

Sementara itu, LRT Jabodebek melayani sekitar 120 ribu penumpang per hari.

“Keberadaan penumpang menciptakan perputaran ekonomi yang bernilai besar,” ujar Gede.

MITJ Dorong Literasi Keuangan Syariah di Area Transportasi

Kerja sama naming rights antara BSI dan MITJ di Stasiun LRT Dukuh Atas menjadi kolaborasi kedua setelah MRT Lebak Bulus.

Direktur Utama MITJ Fuad IZ Fachroeddin berharap kehadiran BSI di Stasiun LRT Dukuh Atas dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Fuad menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat layanan keuangan syariah di area transportasi publik.

Masyarakat juga dapat berbelanja menggunakan aplikasi BYOND by BSI di berbagai merchant yang tersedia di stasiun.

Pengguna turut dapat melakukan transaksi melalui ATM BSI yang tersedia di area stasiun.

“Kerja sama ini lebih dari sekadar hak penamaan stasiun,” tegas Fuad.

Menurutnya, stasiun diharapkan menjadi pusat transaksi layanan Bank Syariah Indonesia bagi para nasabah.

Penulis :
Shila Glorya