HOME  ⁄  Ekonomi

SBI Targetkan Ekspor 450 Ribu Ton Semen ke Amerika Serikat pada 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

SBI Targetkan Ekspor 450 Ribu Ton Semen ke Amerika Serikat pada 2026
Foto: Tangkapan layar- Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Rizki Kresno Edhie Hambali menyampaikan paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Jumat 22/5/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menargetkan ekspor sekitar 450 ribu ton semen ke Amerika Serikat sepanjang 2026 sebagai strategi memperluas pasar internasional di tengah ketatnya persaingan industri semen nasional.

SBI yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menargetkan pengiriman ekspor perdana dimulai pada akhir Mei 2026.

Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga Desember 2026 dari fasilitas dermaga dan produksi terintegrasi milik perseroan di Tuban, Jawa Timur.

“Ekspor akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang,” ungkap Rizki.

Perseroan juga memproyeksikan volume ekspor meningkat hingga sekitar satu juta ton pada 2027.

Rizki menyebut kontribusi ekspor diperkirakan dapat mencapai sekitar 10 persen terhadap total pendapatan perusahaan dalam tiga tahun mendatang.

Pasar Amerika Dinilai Masih Sangat Potensial

Rizki mengatakan pasar semen Amerika Serikat masih membutuhkan impor sekitar 25 juta ton per tahun sehingga membuka peluang besar bagi produsen semen Indonesia.

“Pasar Amerika Serikat masih membutuhkan impor sekitar 25 juta ton per tahun,” ujar Rizki.

Menurutnya, saat ini pemasok utama impor semen ke Amerika Serikat berasal dari Vietnam dan Turki.

Rizki menyebut kompetitor utama SBI di pasar Amerika Serikat adalah produsen semen dari Vietnam.

Meski demikian, SBI menilai selisih biaya logistik dengan Vietnam relatif kecil.

“Perbedaan ongkos angkut hanya sekitar 1 hingga 2 dolar Amerika Serikat per ton,” kata Rizki.

Ia menegaskan ekspor ke pasar Amerika Serikat bukan hanya soal harga, tetapi juga menjadi bukti kualitas semen Indonesia mampu diterima pasar internasional.

“Keberhasilan menembus pasar Amerika menjadi kebanggaan karena menunjukkan kualitas produksi semen dari pabrik Tuban memenuhi standar internasional,” ungkapnya.

Pabrik Tuban Sudah Penuhi Standar Amerika Serikat

Direktur Operasi SBI Edi Sarwono mengatakan pabrik Tuban telah melalui proses sertifikasi untuk memenuhi standar pasar Amerika Serikat.

Edi menyebut fasilitas produksi di Tuban juga dirancang agar kompetitif dari sisi biaya produksi.

Menurutnya, pabrik tersebut memiliki fleksibilitas penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional.

Di tengah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan semen domestik, SBI menilai ekspor dapat membantu mengurangi tekanan di industri nasional.

Perseroan mencatat utilisasi industri semen nasional saat ini masih berada di kisaran 53,9 persen dengan total kapasitas terpasang mencapai sekitar 124 juta ton.

Selain memperluas pasar ekspor, SBI juga terus menjaga profitabilitas perusahaan melalui efisiensi operasional, penguatan layanan pelanggan, serta transformasi digital di sektor pemasaran dan produksi.

Penulis :
Leon Weldrick