HOME  ⁄  Geopolitik

Pakistan dan Iran Bahas Proposal Penghentian Perang AS-Iran di Teheran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pakistan dan Iran Bahas Proposal Penghentian Perang AS-Iran di Teheran
Foto: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Kiri) bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi (Kanan) di Teheran, Iran pada 21 Mei 2026. Kunjungan Naqvi bertujuan untuk 'memfasilitasi pertukaran pesan' antara Iran dan Amerika Serikat, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada hari Rabu (sumber: Anadolu Agency)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi kembali bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Teheran untuk membahas proposal penghentian perang antara Amerika Serikat dan Iran di tengah ketegangan kawasan yang masih berlangsung.

Pertemuan tersebut membahas proposal terkait kontak tidak langsung antara Teheran dan Washington sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran Tasnim.

Kantor berita semi-resmi Iran ISNA sebelumnya melaporkan pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan masih berlangsung guna mencapai kesepakatan kerangka antara kedua negara.

Meski demikian, sejumlah perbedaan penting antara kedua pihak disebut masih belum terselesaikan hingga saat ini.

Mohsin Naqvi diketahui telah dua kali mengunjungi Teheran dalam pekan ini sebagai bagian dari upaya diplomasi Pakistan.

Menurut laporan ISNA, Naqvi membawa pesan dari pihak Amerika Serikat kepada pejabat Iran.

Sumber Pakistan yang dikutip ISNA menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir akan berkunjung apabila kedua pihak berhasil menyepakati kerangka proposal.

Perbedaan Sikap Iran dan Amerika Serikat

Berdasarkan proposal 14 poin Iran yang sebelumnya dilaporkan Anadolu, Teheran menginginkan negosiasi terpisah mengenai program nuklirnya.

Iran meminta pembahasan isu nuklir dilakukan dalam waktu 30 hari setelah tercapainya gencatan senjata permanen.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam negosiasi tersebut adalah uranium yang diperkaya Iran.

Sementara itu, Amerika Serikat menginginkan persoalan nuklir diselesaikan terlebih dahulu sebelum gencatan senjata permanen diberlakukan.

Perbedaan sikap terkait urutan pembahasan isu nuklir dan gencatan senjata menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan kedua negara.

Ketegangan Kawasan Masih Berlanjut

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Teheran juga menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap serangan tersebut.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku sejak 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.

Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad hingga kini belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.

Meski gencatan senjata diperpanjang, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal terkait Iran.

Penulis :
Shila Glorya